Pinjaman dengan jaminan kapal di mana pemberi pinjaman menanggung risiko jika kapal tenggelam.
Bottomry adalah perjanjian pinjaman maritim kuno di mana pemilik kapal meminjam uang dengan menjaminkan kapal (hull/bottom). Jika kapal tenggelam atau hilang, pinjaman tidak perlu dikembalikan. Jika kapal tiba dengan selamat, pinjaman dikembalikan dengan bunga tinggi.
Karakteristik bottomry:
- Jaminan: kapal itu sendiri (hull/bottom)
- Risiko ditanggung pemberi pinjaman (lender)
- Bunga tinggi karena mengandung komponen risiko
- Pinjaman gugur jika kapal hilang
Sejarah dan signifikansi:
Bottomry dianggap sebagai cikal bakal asuransi laut modern. Praktik ini sudah ada sejak zaman Yunani Kuno dan Romawi (sekitar 300 SM). Konsep mengalihkan risiko kerugian kepada pihak lain dengan imbalan pembayaran adalah prinsip dasar yang kemudian berkembang menjadi asuransi.
Perkembangan:
Bottomry → Lloyd's Coffee House (abad 17) → Asuransi laut modern
Dalam hukum maritim modern, bottomry sudah sangat jarang digunakan karena telah digantikan oleh asuransi laut.
CONTOH PENGGUNAAN
Pada abad ke-17, pedagang Belanda meminjam 10.000 gulden untuk membiayai pelayaran ke Hindia Timur dengan perjanjian bottomry: jika kapal tiba selamat, pinjaman dikembalikan 15.000 gulden (bunga 50%). Jika kapal tenggelam, pinjaman hangus. Konsep ini menjadi cikal bakal Lloyd's of London dan industri asuransi laut modern.