Strategi investasi dengan menanamkan jumlah tetap secara berkala tanpa memperhatikan harga.
Dollar cost averaging (DCA) adalah strategi investasi di mana investor menginvestasikan jumlah tetap secara berkala (misalnya bulanan) tanpa memperhatikan harga pasar saat itu, sehingga rata-rata harga beli cenderung lebih rendah dibanding investasi lump sum pada waktu yang salah.
Cara kerja:
- Investasi jumlah tetap setiap bulan (misalnya Rp 1 juta)
- Saat harga turun: membeli lebih banyak unit
- Saat harga naik: membeli lebih sedikit unit
- Rata-rata harga beli (average cost) cenderung lebih rendah
Dalam asuransi:
Unit link secara otomatis menerapkan DCA — premi bulanan dialokasikan ke fund setiap bulan, membeli unit pada NAB saat itu.
Keuntungan:
- Mengurangi risiko timing (membeli di puncak harga)
- Cocok untuk investor yang tidak bisa memprediksi pasar
- Disciplined investing (investasi rutin)
- Mengurangi emotional bias
Keterbatasan:
- Dalam pasar yang terus naik, DCA menghasilkan return lebih rendah dari lump sum
- Opportunity cost jika dana tersedia untuk investasi sekaligus
CONTOH PENGGUNAAN
Nasabah unit link investasi Rp 5 juta/bulan di dana saham. Bulan 1: NAB Rp 2.500 → beli 2.000 unit. Bulan 2: NAB turun Rp 2.000 → beli 2.500 unit. Bulan 3: NAB Rp 2.200 → beli 2.273 unit. Total: Rp 15 juta, 6.773 unit, rata-rata Rp 2.215/unit. Jika invest lump sum di bulan 1: 6.000 unit saja dengan average cost Rp 2.500.