Metode aktuaria untuk memproyeksikan cadangan klaim berdasarkan pola perkembangan historis.
Chain ladder method adalah teknik aktuaria yang digunakan untuk mengestimasi cadangan klaim (claims reserve), terutama IBNR (Incurred But Not Reported), berdasarkan pola perkembangan klaim historis.
Prinsip dasar:
Klaim berkembang secara konsisten dari tahun ke tahun. Development factor dari data historis digunakan untuk memproyeksikan klaim yang belum sepenuhnya berkembang (immature claims) ke nilai ultimatenya.
Langkah-langkah:
- Susun triangle data klaim (paid atau incurred) per accident year dan development period
- Hitung development factor (link ratio) antar development period
- Pilih development factor (rata-rata, weighted average, atau selected)
- Proyeksikan klaim yang belum matang ke ultimate
- IBNR = Ultimate claims - Claims already reported
Keunggulan:
- Sederhana dan mudah dipahami
- Tidak memerlukan data eksternal
- Widely accepted oleh regulator dan auditor
Keterbatasan:
- Mengasumsikan pola masa lalu berlanjut di masa depan
- Sensitif terhadap perubahan proses klaim
- Kurang akurat untuk lini bisnis baru atau dengan data terbatas
CONTOH PENGGUNAAN
Aktuaris menyusun claims triangle untuk asuransi kendaraan: Accident Year 2021: klaim dibayar setelah 1 tahun Rp 80 miliar, setelah 2 tahun Rp 92 miliar, setelah 3 tahun Rp 95 miliar (ultimate). Development factor: 1→2 tahun = 1,15; 2→3 tahun = 1,033. Accident Year 2023: klaim setelah 1 tahun Rp 90 miliar. Proyeksi ultimate = 90 × 1,15 × 1,033 = Rp 106,9 miliar. IBNR = 106,9 - 90 = Rp 16,9 miliar yang harus dicadangkan.