Selisih antara premi yang diperoleh dan total klaim serta biaya operasional.
Underwriting profit/loss (laba/rugi underwriting) adalah hasil dari kegiatan inti asuransi — selisih antara pendapatan premi dan pengeluaran untuk klaim serta biaya operasional, TIDAK termasuk hasil investasi.
Formula:
Underwriting Profit = Premi Neto - Klaim - Biaya Operasional
Komponen:
Pendapatan:
- Premi bruto
- Dikurangi: premi reasuransi (ceding)
- = Premi neto (net premium)
- Penyesuaian: perubahan cadangan premi (UPR)
- = Premi yang diperoleh (earned premium)
Pengeluaran:
- Klaim bruto
- Dikurangi: recovery reasuransi
- = Klaim neto
- Penyesuaian: perubahan cadangan klaim (outstanding + IBNR)
- Biaya komisi
- Biaya manajemen/operasional
Rasio penting:
- Loss ratio: klaim neto / premi neto × 100%
- Expense ratio: biaya / premi neto × 100%
- Combined ratio: loss ratio + expense ratio
- Combined ratio 100% = underwriting LOSS
Catatan penting:
Banyak perusahaan asuransi mengalami underwriting loss tapi tetap profitable secara keseluruhan karena investment income. Namun underwriting profit yang konsisten menunjukkan bisnis asuransi yang sehat.
CONTOH PENGGUNAAN
Perusahaan asuransi umum: premi neto Rp 500 miliar, klaim neto Rp 350 miliar (loss ratio 70%), biaya operasional Rp 175 miliar (expense ratio 35%). Combined ratio: 105%. Underwriting LOSS: Rp 25 miliar. Namun investment income Rp 60 miliar — total profit Rp 35 miliar.