Pengendalian penumpukan risiko untuk memastikan eksposur total tidak melebihi batas yang ditetapkan.
Accumulation control adalah proses pengelolaan dan pemantauan akumulasi risiko oleh perusahaan asuransi atau reasuransi untuk memastikan total eksposur di suatu wilayah atau sektor tertentu tidak melebihi batas yang dapat ditanggung.
Tujuan:
- Menghindari kerugian katastropik yang melebihi kapasitas perusahaan
- Memastikan diversifikasi portofolio
- Memenuhi persyaratan solvabilitas regulator
Metode:
- Geographic accumulation: monitoring total sum insured per zona (misalnya per kota atau radius tertentu)
- Risk accumulation: monitoring total eksposur per jenis risiko (gempa, banjir, dll)
- Event accumulation: estimasi maximum probable loss dari satu event
- Clash analysis: identifikasi polis-polis berbeda yang bisa terkena event yang sama
Tools:
- Catastrophe modeling software (RMS, AIR, CoreLogic)
- GIS mapping untuk visualisasi eksposur
- Probable Maximum Loss (PML) analysis
Regulasi Indonesia:
OJK mewajibkan perusahaan asuransi memiliki manajemen risiko yang mencakup monitoring akumulasi risiko sebagai bagian dari Risk-Based Capital (RBC).
CONTOH PENGGUNAAN
Perusahaan asuransi memiliki total sum insured Rp 50 triliun di Jakarta. Analisis akumulasi menunjukkan: jika gempa M 7.0 terjadi, estimated loss Rp 5 triliun (10%). Kapasitas retensi perusahaan hanya Rp 500 miliar — sisa Rp 4,5 triliun harus dilindungi reasuransi catastrophe excess of loss.