Tindakan untuk mengurangi probabilitas atau dampak risiko ke tingkat yang dapat diterima.
Risk mitigation atau mitigasi risiko adalah upaya sistematis untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko dan/atau meminimalkan dampak negatif jika risiko tersebut terjadi. Mitigasi risiko merupakan salah satu dari empat strategi utama penanganan risiko, bersama dengan risk avoidance, risk transfer, dan risk acceptance.
Dalam konteks asuransi, risk mitigation memiliki peran ganda. Bagi tertanggung, mitigasi risiko yang baik dapat menurunkan premi asuransi dan mempermudah mendapatkan perlindungan. Bagi perusahaan asuransi, mendorong tertanggung untuk melakukan mitigasi risiko membantu mengurangi frekuensi dan besarnya klaim.
Contoh tindakan mitigasi risiko meliputi: pemasangan sistem keamanan dan proteksi, pelaksanaan program pelatihan keselamatan, diversifikasi lokasi operasi, pembuatan rencana kelangsungan bisnis (Business Continuity Plan), pemeliharaan preventif peralatan, dan penerapan standar operasional yang ketat.
CONTOH PENGGUNAAN
Sebuah perusahaan farmasi menerapkan program risk mitigation komprehensif untuk gudang penyimpanan obat: instalasi sistem pendingin cadangan ganda (mencegah kerusakan obat akibat suhu), generator darurat dengan kapasitas 72 jam, sistem pemadam kebakaran gas (tidak merusak produk), dan CCTV 24 jam. Setelah implementasi, perusahaan asuransi menurunkan premi dari 0,25% menjadi 0,15% dari sum insured Rp300 miliar, menghemat Rp300 juta per tahun.