Langsung ke konten
Dasar-Dasar Asuransi
Definisi Singkat

Keputusan menanggung risiko sendiri tanpa asuransi komersial.

Penjelasan Lengkap

Self-insurance (asuransi mandiri) adalah strategi manajemen risiko di mana perusahaan atau organisasi memilih untuk menanggung sendiri potensi kerugian daripada membeli polis asuransi dari perusahaan asuransi.

Bentuk self-insurance:

1. Pure self-insurance:

  • Tidak membeli asuransi sama sekali
  • Seluruh kerugian ditanggung dari kas perusahaan
  • Cocok untuk kerugian kecil dan predictable

2. Self-insured retention (SIR):

  • Menanggung kerugian sampai batas tertentu
  • Di atas batas tersebut, dilindungi asuransi (excess/umbrella)
  • Mirip deductible tapi lebih besar

3. Captive insurance:

  • Mendirikan perusahaan asuransi sendiri (anak perusahaan)
  • Perusahaan asuransi captive mengasuransikan risiko induk
  • Bisa mendapat benefit pajak dan reasuransi

Syarat self-insurance efektif:

  • Perusahaan memiliki cashflow kuat
  • Kerugian bersifat predictable dan manageable
  • Frekuensi tinggi tapi severity rendah
  • Ada dana cadangan (reserve fund) yang memadai

Keunggulan:

  • Menghemat premi asuransi
  • Menghindari profit margin perusahaan asuransi
  • Kontrol penuh atas claims management
  • Cashflow advantage (tidak bayar premi di muka)

Kelemahan:

  • Risiko kerugian katastropik
  • Membutuhkan modal besar
  • Perlu expertise claims management
  • Tidak ada spreading of risk

CONTOH PENGGUNAAN

Perusahaan besar memiliki 500 kendaraan operasional. Premi asuransi kendaraan: Rp 10 miliar/tahun. Rata-rata klaim: Rp 4 miliar/tahun. Perusahaan memutuskan self-insurance: membentuk dana cadangan Rp 6 miliar, menanggung sendiri semua klaim kendaraan. Hanya membeli excess policy untuk kerugian di atas Rp 500 juta per kejadian.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis