Pedoman internal yang menetapkan batas maksimum pertanggungan yang dapat diterima oleh underwriter.
Line guide adalah pedoman internal perusahaan asuransi yang menetapkan batas maksimum risiko (maximum line/limit) yang dapat diterima oleh underwriter untuk setiap jenis risiko, industri, atau wilayah.
Komponen line guide:
- Maximum net retention per risiko
- Maximum gross line per risiko (termasuk reasuransi)
- Limit per industri/occupancy class
- Limit per wilayah/zona
- Limit per jenis coverage
- Accumulation limit per zona bencana
Contoh line guide:
- Properti standar (office): net retention Rp 10 miliar, gross line Rp 50 miliar
- Properti high hazard (chemical plant): net retention Rp 5 miliar, gross line Rp 25 miliar
- Marine cargo: net retention Rp 2 miliar per shipment
Tujuan:
- Mengontrol eksposur risiko perusahaan
- Memastikan diversifikasi portofolio
- Melindungi solvabilitas
- Memberikan panduan jelas bagi underwriter
Hubungan dengan reasuransi:
Line guide menentukan berapa banyak risiko yang ditahan sendiri (retention) dan berapa yang diserahkan ke reasuradur.
CONTOH PENGGUNAAN
Underwriter menerima submission pabrik kimia dengan sum insured Rp 200 miliar. Line guide menetapkan: gross line untuk chemical plant maksimal Rp 30 miliar. Underwriter hanya bisa menawarkan Rp 30 miliar (15% share). Sisanya harus ditempatkan ke coinsurance partners. Jika ingin menawarkan lebih, harus mendapat approval dari Chief Underwriting Officer.