Penetapan tarif premi berdasarkan penilaian subjektif underwriter untuk risiko unik.
Judgment rating (penetapan tarif berdasarkan penilaian) adalah metode penentuan premi asuransi berdasarkan penilaian subjektif dan pengalaman underwriter, bukan berdasarkan data statistik atau formula matematis.
Kapan judgment rating digunakan:
- Risiko unik yang tidak memiliki data statistik cukup
- Risiko baru yang belum pernah diasuransikan sebelumnya
- Risiko yang terlalu sedikit jumlahnya untuk analisis aktuarial
- Risiko sangat besar atau kompleks
Contoh risiko yang menggunakan judgment rating:
- Asuransi satelit
- Event insurance untuk acara unik
- Liability coverage untuk teknologi baru
- Cyber insurance (masih berkembang)
- Fine art dan koleksi langka
- Political risk insurance
Faktor yang dipertimbangkan:
- Pengalaman underwriter pada risiko serupa
- Informasi dari pasar/industri
- Benchmark dari pasar internasional
- Intuisi dan professional judgment
- Risk assessment dan inspection report
Kelemahan:
- Subjektif — bisa berbeda antar underwriter
- Tidak konsisten
- Sulit diaudit
- Bisa overprice atau underprice
Perbedaan:
- Judgment rating: SUBJEKTIF (pengalaman)
- Class rating: OBJEKTIF (data statistik)
- Experience rating: HISTORIS (pengalaman klaim)
CONTOH PENGGUNAAN
Perusahaan meluncurkan produk asuransi untuk drone komersial — risiko baru, data klaim belum ada. Underwriter menggunakan judgment rating: mempertimbangkan data kecelakaan drone global, regulasi Indonesia, jenis penggunaan, dan pengalaman pilot. Tarif ditetapkan 3% dari hull value — murni berdasarkan professional judgment.