Kontrak di mana hasil yang diperoleh masing-masing pihak tidak setara dan bergantung pada peristiwa yang tidak pasti.
Aleatory contract (kontrak aleatori) adalah kontrak di mana kewajiban satu pihak atau kedua belah pihak bergantung pada terjadinya peristiwa yang tidak pasti (uncertain event).
Kontrak asuransi sebagai aleatory contract:
- Tertanggung membayar premi yang PASTI jumlahnya
- Perusahaan asuransi membayar klaim yang TIDAK PASTI — tergantung apakah risiko terjadi
- Jumlah klaim bisa jauh LEBIH BESAR atau LEBIH KECIL dari premi yang dibayarkan
Karakteristik:
- Kewajiban bergantung pada peristiwa tidak pasti (contingent event)
- Ketidakseimbangan nilai tukar (unequal exchange) — premi kecil vs potensi klaim besar
- Kedua belah pihak menerima risiko ketidakseimbangan ini
Perbedaan dengan commutative contract:
- Aleatory: nilai pertukaran tidak setara dan bergantung pada contingency (asuransi, taruhan)
- Commutative: nilai pertukaran setara dan pasti (jual beli, sewa)
Implikasi hukum:
Karena bersifat aleatory, kontrak asuransi memerlukan utmost good faith (itikad baik sempurna) dari kedua belah pihak.
CONTOH PENGGUNAAN
Tertanggung membayar premi Rp 10 juta/tahun untuk asuransi kebakaran SI Rp 5 miliar. Jika tidak terjadi kebakaran: perusahaan asuransi menerima Rp 10 juta tanpa membayar apapun. Jika terjadi kebakaran total: perusahaan asuransi membayar Rp 5 miliar — 500× lipat dari premi. Inilah sifat aleatory.