Ketika Anda mengasuransikan barang yang dikirim melalui jalur laut, salah satu keputusan paling penting adalah memilih wording polis yang tepat. Dalam dunia marine cargo insurance, istilah Institute Cargo Clauses (ICC) A, B, dan C sering muncul, tetapi tidak semua pelaku bisnis memahami perbedaannya secara jelas.
Memilih clause yang salah bisa berakibat fatal. Anda mungkin membayar premi lebih tinggi dari yang diperlukan, atau sebaliknya, memilih cakupan yang terlalu sempit sehingga klaim ditolak saat kerugian terjadi. Artikel ini akan membantu Anda memahami ketiga jenis ICC dan memilih yang paling sesuai.
Apa Itu Institute Cargo Clauses?
Institute Cargo Clauses adalah seperangkat ketentuan standar yang dikeluarkan oleh Institute of London Underwriters (sekarang bagian dari International Underwriting Association) untuk mengatur cakupan asuransi pengiriman barang. Ketentuan ini digunakan secara luas oleh perusahaan asuransi di seluruh dunia sebagai dasar polis marine cargo insurance.
Terdapat tiga tingkat cakupan utama, yaitu ICC A, ICC B, dan ICC C. Masing-masing memberikan tingkat perlindungan yang berbeda, dari yang paling komprehensif hingga yang paling dasar. Memahami perbedaan ini menjadi kunci agar Anda bisa mengambil keputusan yang tepat sesuai jenis barang dan rute pengiriman.
ICC A — Cakupan Paling Luas (All Risks)
ICC A sering disebut sebagai “all risks” coverage, meskipun istilah ini bisa sedikit menyesatkan. ICC A tidak benar-benar mencakup semua risiko tanpa pengecualian, tetapi memberikan perlindungan terhadap segala risiko kerugian atau kerusakan pada barang, kecuali yang secara spesifik dikecualikan dalam polis.
Pendekatan ICC A adalah “menutup semua, kecuali yang dikecualikan.” Artinya, beban pembuktian bahwa suatu kerugian termasuk dalam pengecualian ada pada perusahaan asuransi, bukan pada tertanggung. Ini memberikan posisi yang lebih kuat bagi pemilik barang saat mengajukan klaim.
Pengecualian umum dalam ICC A meliputi:
- Kerugian akibat kesalahan disengaja oleh tertanggung
- Kebocoran biasa, susut berat atau volume yang wajar
- Keausan normal barang
- Pengemasan atau persiapan barang yang tidak memadai
- Kerugian akibat sifat bawaan barang itu sendiri (inherent vice)
- Keterlambatan pengiriman
- Risiko perang dan pemogokan (bisa ditambahkan dengan klausul terpisah)
ICC B — Cakupan Menengah (Named Perils)
Berbeda dengan ICC A, ICC B menggunakan pendekatan “named perils” atau risiko yang disebutkan secara spesifik. Artinya, hanya risiko-risiko yang secara eksplisit tercantum dalam clause yang mendapat perlindungan. Jika kerugian terjadi karena sebab yang tidak disebutkan, maka klaim tidak akan ditanggung.
Risiko yang ditanggung oleh ICC B antara lain:
- Kebakaran atau ledakan
- Kapal kandas, terdampar, tenggelam, atau terbalik
- Tabrakan atau benturan kapal dengan benda lain
- Pembongkaran kargo di pelabuhan darurat
- Gempa bumi, letusan gunung berapi, atau sambaran petir
- Pengorbanan dalam general average
- Pembuangan kargo ke laut (jettison)
- Masuknya air laut, air danau, atau air sungai ke dalam kapal, kontainer, atau tempat penyimpanan
- Kerugian total per koli yang jatuh saat bongkar muat
Perlu dicatat bahwa ICC B tidak menanggung risiko pencurian, pembajakan, atau kerusakan akibat penanganan yang kasar — risiko-risiko yang justru cukup umum terjadi dalam pengiriman laut.
ICC C — Cakupan Paling Dasar
ICC C adalah clause dengan cakupan paling terbatas. Seperti ICC B, ICC C juga menggunakan pendekatan named perils, tetapi dengan daftar risiko yang lebih sedikit.
Risiko yang ditanggung ICC C meliputi:
- Kebakaran atau ledakan
- Kapal kandas, terdampar, tenggelam, atau terbalik
- Tabrakan atau benturan kapal dengan benda lain
- Pembongkaran kargo di pelabuhan darurat
- Pengorbanan dalam general average
- Pembuangan kargo ke laut (jettison)
ICC C tidak mencakup bencana alam seperti gempa bumi atau letusan gunung berapi, masuknya air ke dalam kapal, maupun kerusakan saat bongkar muat. Cakupan ini hanya melindungi dari kejadian-kejadian besar yang bersifat katastrofik.
Perbandingan dan Cara Memilih yang Tepat
Memilih antara ICC A, B, atau C bukan sekadar soal anggaran. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan secara cermat:
Jenis Barang
Barang bernilai tinggi seperti elektronik, mesin presisi, atau produk farmasi sebaiknya menggunakan ICC A karena rentan terhadap berbagai jenis kerusakan. Barang yang lebih tahan banting seperti bahan baku mentah, bijih mineral, atau material konstruksi mungkin cukup dengan ICC B atau C.
Rute dan Moda Pengiriman
Pengiriman melalui rute yang berisiko tinggi, melewati perairan yang rawan cuaca buruk atau daerah rawan pembajakan, memerlukan cakupan yang lebih luas. Rute pendek antar pulau dengan risiko minimal mungkin tidak memerlukan ICC A.
Nilai Barang vs Biaya Premi
Premi ICC A tentu lebih tinggi dibandingkan ICC B dan C. Namun, selisih premi ini perlu dibandingkan dengan potensi kerugian yang tidak tertanggung jika menggunakan clause yang lebih rendah. Untuk barang bernilai sangat tinggi, selisih premi biasanya sebanding dengan ketenangan pikiran yang didapatkan.
Persyaratan Kontrak Dagang
Dalam perdagangan internasional, istilah Incoterms yang digunakan dalam kontrak bisa menentukan tingkat asuransi minimum. Misalnya, CIF (Cost, Insurance, and Freight) mensyaratkan penjual untuk menyediakan asuransi minimal ICC C, meskipun pembeli sering kali menginginkan perlindungan yang lebih tinggi.
Tips Praktis dalam Memilih Wording
Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda mengambil keputusan:
- Jika ragu, pilih ICC A. Selisih premi biasanya tidak terlalu signifikan untuk pengiriman bernilai menengah ke atas, dan Anda mendapat ketenangan pikiran yang jauh lebih besar.
- Jangan hanya melihat premi. Premi yang murah tidak ada artinya jika klaim Anda ditolak karena risiko yang terjadi tidak tercakup dalam polis.
- Perhatikan pengecualian. Bahkan ICC A memiliki pengecualian. Pahami apa saja yang tidak ditanggung dan pertimbangkan untuk menambahkan klausul tambahan seperti War Clause atau Strikes Clause jika diperlukan.
- Diskusikan dengan perusahaan asuransi Anda. Setiap pengiriman memiliki karakteristik unik. Konsultasi dengan pihak yang berpengalaman akan membantu Anda mendapatkan perlindungan yang optimal.
- Pastikan pengemasan sesuai standar. Tidak ada jenis ICC yang menanggung kerusakan akibat pengemasan yang buruk. Ini berlaku untuk ICC A, B, maupun C.
Lindungi Kargo Anda dengan Perlindungan yang Tepat
Memilih wording marine cargo yang tepat adalah langkah krusial dalam mengelola risiko pengiriman barang. Baik Anda mengirim barang antar pulau di Indonesia maupun ke mancanegara, memahami perbedaan ICC A, B, dan C akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih bijak.
Fortis Garda Insurance menyediakan layanan marine cargo insurance dengan berbagai pilihan wording yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman Anda. Tim kami siap membantu Anda memahami setiap opsi dan memilih cakupan yang memberikan perlindungan terbaik untuk kargo Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan berkonsultasi mengenai kebutuhan asuransi pengiriman barang Anda.
Kami punya akses ke banyak perusahaan asuransi domestik dan global. Konsultasi dan quotation gratis, tanpa komitmen.