Pengiriman barang melalui jalur laut tetap menjadi tulang punggung perdagangan nasional dan internasional. Namun, perjalanan di atas laut membawa tantangan tersendiri: gelombang, kelembapan, perubahan suhu, dan proses bongkar muat yang kasar bisa merusak barang jika pengemasan tidak dilakukan dengan benar.
Pengemasan yang buruk bukan hanya soal barang rusak. Dalam konteks asuransi pengiriman, pengemasan yang tidak memadai bisa menjadi alasan perusahaan asuransi menolak klaim Anda. Oleh karena itu, memahami cara mengemas barang dengan benar adalah investasi yang melindungi barang sekaligus hak klaim Anda.
Mengapa Pengemasan untuk Pengiriman Laut Berbeda?
Pengiriman laut memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari pengiriman darat atau udara. Barang yang dikirim melalui laut menghadapi kondisi-kondisi berikut selama perjalanan:
- Gerakan konstan: Kapal bergerak mengikuti ombak secara terus-menerus. Rolling (gerakan miring), pitching (gerakan naik-turun haluan), dan yawing (gerakan berputar) menciptakan gaya mekanis yang bisa menggeser dan membenturkan barang.
- Kelembapan tinggi: Udara laut mengandung kadar garam dan kelembapan yang tinggi. Ini bisa menyebabkan korosi pada logam, jamur pada tekstil, dan pembusukan pada produk organik.
- Perubahan suhu: Perbedaan suhu antara siang dan malam, serta antara zona iklim yang berbeda, bisa menyebabkan kondensasi di dalam kontainer.
- Proses bongkar muat: Penanganan di pelabuhan sering kali melibatkan alat berat seperti crane dan forklift. Benturan, getaran, dan tekanan saat penumpukan bisa merusak barang yang kemasannya tidak kuat.
Pemilihan Material Pengemasan yang Tepat
Material pengemasan yang Anda pilih harus sesuai dengan jenis barang dan durasi pengiriman. Berikut beberapa material yang umum digunakan beserta fungsinya:
Peti Kayu (Wooden Crate)
Peti kayu adalah pilihan standar untuk barang berat dan bernilai tinggi seperti mesin industri, peralatan elektronik besar, atau komponen otomotif. Pastikan kayu yang digunakan telah mendapat perlakuan sesuai standar ISPM 15 (International Standards for Phytosanitary Measures) jika barang dikirim ke luar negeri, karena banyak negara mensyaratkan kayu yang sudah diberi perlakuan panas atau fumigasi.
Kardus Bergelombang (Corrugated Carton)
Untuk barang yang lebih ringan, kardus bergelombang (double wall atau triple wall) bisa menjadi pilihan yang ekonomis. Namun, kardus rentan terhadap kelembapan. Gunakan kardus berkualitas tinggi dan pertimbangkan untuk melapisinya dengan material tahan air.
Material Pelindung Dalam
Di dalam kemasan utama, barang perlu dilindungi dengan material tambahan seperti:
- Bubble wrap: Melindungi dari benturan dan goresan
- Foam atau busa: Menyerap getaran dan menjaga posisi barang tetap stabil
- Silica gel: Menyerap kelembapan dan mencegah kondensasi
- VCI paper atau VCI film: Mencegah korosi pada barang logam dengan melepaskan uap pelindung
- Stretch film: Mengamankan barang pada palet dan melindungi dari debu serta air
Teknik Pengemasan yang Benar
Selain material, teknik pengemasan juga menentukan apakah barang akan sampai dalam kondisi baik. Berikut prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan:
Prinsip Dasar
- Isi ruang kosong: Jangan biarkan ada ruang kosong di dalam kemasan. Barang yang bisa bergerak bebas di dalam kemasannya akan mengalami benturan berulang selama perjalanan. Gunakan bahan pengisi seperti foam, kertas, atau airbag untuk mengisi celah.
- Distribusi berat merata: Pastikan berat barang terdistribusi secara merata. Barang berat harus diletakkan di bagian bawah dengan pusat gravitasi serendah mungkin.
- Pisahkan barang yang berbeda: Jika mengirim beberapa jenis barang dalam satu kemasan, pisahkan dengan sekat atau pembatas agar tidak saling berbenturan atau bereaksi.
- Kencangkan dengan benar: Gunakan pengikat, tali, atau strapping untuk memastikan barang tidak bergeser di dalam kemasan atau di atas palet.
Pengemasan untuk Kontainer
Jika barang dikirim dalam kontainer, perhatikan hal-hal berikut:
- Susun barang mulai dari bagian belakang kontainer menuju pintu
- Letakkan barang berat di bagian bawah dan barang ringan di atas
- Gunakan dunnage (material penyangga) untuk mengisi celah antara barang dan dinding kontainer
- Pastikan berat terdistribusi merata agar kontainer tidak menjadi tidak seimbang
- Gunakan lashing bar atau strapping untuk mengamankan barang dari pergeseran
Pelabelan dan Marking yang Tepat
Label dan marking pada kemasan bukan sekadar formalitas. Mereka memberikan informasi penting bagi petugas pelabuhan tentang cara menangani barang Anda. Labeling yang benar meliputi:
- Shipping mark: Identitas pengiriman termasuk nama penerima, pelabuhan tujuan, dan nomor referensi
- Handling symbols: Simbol standar internasional seperti “Fragile” (mudah pecah), “This Side Up” (posisi atas), “Keep Dry” (jaga dari air), dan simbol-simbol lainnya sesuai ISO 780
- Informasi berat dan dimensi: Berat kotor dan netto serta dimensi kemasan
- Tanda bahaya: Jika barang tergolong berbahaya (dangerous goods), label peringatan sesuai IMDG Code wajib ditempelkan
Pastikan label dicetak atau ditulis dengan jelas menggunakan tinta tahan air. Label yang luntur atau tidak terbaca bisa menyebabkan barang salah penanganan.
Dampak Pengemasan terhadap Klaim Asuransi
Ini adalah poin yang sering diabaikan oleh banyak pengirim: kualitas pengemasan memiliki pengaruh langsung terhadap klaim asuransi marine cargo.
Dalam ketentuan Institute Cargo Clauses (ICC), baik A, B, maupun C, terdapat pengecualian untuk kerugian yang disebabkan oleh pengemasan atau persiapan barang yang tidak memadai. Ini berarti jika surveyor menemukan bahwa kerusakan terjadi karena kemasan yang tidak layak, perusahaan asuransi berhak menolak klaim tersebut.
Apa yang dimaksud dengan “pengemasan yang tidak memadai”? Secara umum, kemasan harus cukup kuat untuk menahan kondisi normal selama pengiriman laut. Ini mencakup:
- Kemasan harus mampu menahan penumpukan sesuai tanda yang tertera
- Harus tahan terhadap kelembapan normal di lingkungan laut
- Harus memberikan perlindungan yang cukup terhadap benturan dan getaran selama bongkar muat
- Material kemasan harus sesuai dengan jenis dan sifat barang yang dikirim
Dokumentasi Pengemasan
Selain mengemas barang dengan benar, mendokumentasikan proses pengemasan juga penting, terutama untuk barang bernilai tinggi. Langkah-langkah yang disarankan:
- Foto barang sebelum dikemas dari berbagai sudut
- Foto proses pengemasan dan material yang digunakan
- Foto barang setelah dikemas dan siap kirim
- Catat jenis dan spesifikasi material pengemasan yang digunakan
- Simpan catatan packing list yang detail
Dokumentasi ini sangat berguna jika terjadi kerusakan dan Anda perlu mengajukan klaim asuransi. Foto dan catatan yang lengkap menjadi bukti bahwa Anda telah melakukan pengemasan sesuai standar yang berlaku.
Pengemasan yang benar dan perlindungan asuransi yang tepat adalah kombinasi terbaik untuk memastikan pengiriman laut Anda berjalan lancar. Jika Anda ingin memastikan kargo Anda terlindungi secara menyeluruh, Fortis Garda Insurance menawarkan produk marine cargo insurance yang dapat disesuaikan dengan jenis barang dan rute pengiriman Anda. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim kami untuk mendapatkan perlindungan yang optimal.
Kami punya akses ke banyak perusahaan asuransi domestik dan global. Konsultasi dan quotation gratis, tanpa komitmen.