Underwriting
Definisi Singkat
Batas wewenang yang diberikan kepada underwriter untuk menerima risiko tanpa persetujuan lebih lanjut.
Penjelasan Lengkap
Underwriting authority/limit adalah batas wewenang maksimum yang diberikan kepada seorang underwriter untuk menerima risiko tanpa perlu persetujuan dari pihak yang lebih senior.
Tingkatan authority:
- Junior underwriter: sum insured ≤ Rp 5 miliar, risiko standar only
- Underwriter: sum insured ≤ Rp 25 miliar, beberapa non-standard risks
- Senior underwriter: sum insured ≤ Rp 100 miliar, most non-standard risks
- Chief underwriter: sum insured ≤ Rp 500 miliar, complex risks
- Underwriting committee: unlimited, semua jenis risiko
Parameter authority:
- Maximum sum insured per risiko
- Maximum limit per occupancy class
- Jenis risiko yang boleh diterima
- Minimum rate yang boleh diberikan
- Maximum discount dari tariff
- Jenis endorsement yang boleh diterbitkan
Pentingnya:
- Mengontrol kualitas underwriting
- Memastikan consistency keputusan
- Melindungi perusahaan dari risiko berlebihan
- Memberikan career path bagi underwriter
CONTOH PENGGUNAAN
Submission polis properti all risks sum insured Rp 300 miliar masuk. Junior underwriter (limit Rp 5 miliar) merujuk ke senior underwriter (limit Rp 100 miliar), yang merujuk ke chief underwriter (limit Rp 500 miliar). Chief underwriter menyetujui dengan rate 0,12%, deductible Rp 2 miliar, dan warranty sprinkler.
Istilah Terkait