Pengembalian dana oleh penanggung dari pihak ketiga yang bertanggung jawab atas kerugian.
Recovery dalam konteks klaim asuransi adalah proses mendapatkan kembali sebagian atau seluruh pembayaran klaim dari pihak ketiga yang bertanggung jawab atas kerugian, atau dari sumber lain.
Jenis recovery:
1. Subrogation recovery
- Mengambil alih hak tertanggung terhadap pihak ketiga
- Contoh: menagih pengemudi yang menyebabkan kecelakaan
2. Salvage recovery
- Mendapatkan nilai dari barang yang rusak
- Contoh: menjual sisa kendaraan total loss
3. Contribution recovery
- Mengklaim dari penanggung lain (double insurance)
- Prinsip contribution
4. Reinsurance recovery
- Mengklaim dari reasuradur sesuai treaty/fakultatif
5. Warranty/guarantee recovery
- Mengklaim dari produsen/kontraktor
Pentingnya recovery:
- Mengurangi net incurred claims
- Meningkatkan profitabilitas
- Menurunkan loss ratio
- Menjaga premi tetap kompetitif
Perusahaan asuransi yang efektif dalam recovery bisa mengurangi net claims 5-15%.
CONTOH PENGGUNAAN
Perusahaan asuransi membayar klaim kebakaran gudang Rp 2 miliar. Investigasi menunjukkan kebakaran disebabkan korsleting instalasi listrik yang dipasang kontraktor 6 bulan lalu. Melalui subrogasi, perusahaan asuransi menuntut kontraktor dan perusahaan asuransi liability kontraktor. Recovery diperoleh Rp 1,5 miliar (75% dari klaim). Net claim menjadi Rp 500 juta.