Pengelolaan portofolio investasi agar sesuai dengan profil kewajiban asuransi.
Asset-liability matching (ALM) adalah strategi pengelolaan keuangan perusahaan asuransi yang mencocokkan karakteristik aset (investasi) dengan kewajiban (cadangan teknis dan klaim) dalam hal durasi, mata uang, dan arus kas.
Dimensi matching:
1. Duration matching
- Durasi aset ≈ durasi kewajiban
- Asuransi jiwa (kewajiban jangka panjang) → investasi jangka panjang (obligasi 10-30 tahun)
- Asuransi umum (kewajiban jangka pendek) → investasi jangka pendek (deposito, obligasi 1-5 tahun)
2. Currency matching
- Kewajiban dalam USD → investasi dalam USD
- Mengurangi risiko kurs
3. Cash flow matching
- Arus kas masuk dari investasi disesuaikan dengan jadwal pembayaran klaim/manfaat
Risiko jika tidak matching:
- Interest rate risk: kenaikan suku bunga menurunkan nilai aset tetapi meningkatkan kewajiban
- Liquidity risk: aset tidak bisa dicairkan saat klaim harus dibayar
- Currency risk: fluktuasi kurs mengubah nilai kewajiban
OJK mewajibkan perusahaan asuransi mengelola ALM sebagai bagian dari manajemen risiko.
CONTOH PENGGUNAAN
Perusahaan asuransi jiwa memiliki kewajiban endowment yang jatuh tempo dalam 15 tahun senilai Rp 500 miliar. ALM strategy: membeli SUN 15 tahun senilai Rp 500 miliar dengan kupon 7%. Kupon tahunan Rp 35 miliar digunakan untuk biaya operasional, dan pokok Rp 500 miliar pada jatuh tempo digunakan membayar manfaat endowment. Duration matching sempurna, tidak ada reinvestment risk.