Kerugian yang timbul sebagai akibat tidak langsung dari peristiwa yang dijamin.
Consequential loss (kerugian tidak langsung / kerugian konsekuensial) adalah kerugian yang timbul sebagai AKIBAT TIDAK LANGSUNG dari peristiwa yang menyebabkan kerusakan fisik, bukan kerusakan fisik itu sendiri.
Contoh consequential loss:
- Kehilangan pendapatan bisnis setelah pabrik terbakar
- Biaya sewa tempat sementara
- Kehilangan pelanggan
- Penalti kontrak karena keterlambatan pengiriman
- Biaya lembur untuk mengejar produksi
- Depresiasi value properti pasca-insiden
Dalam polis asuransi:
- Polis properti standar TIDAK menanggung consequential loss
- Diperlukan polis terpisah: Business Interruption (BI) / Loss of Profit (LOP)
- Polis liability biasanya menanggung consequential loss pihak ketiga
Perbedaan:
- Direct loss: kerusakan fisik langsung (bangunan terbakar Rp 5 miliar)
- Consequential loss: kerugian akibat kerusakan fisik (kehilangan profit Rp 10 miliar)
Pengecualian umum:
Banyak polis memiliki 'consequential loss exclusion' — mengecualikan semua kerugian tidak langsung kecuali yang secara spesifik dijamin.
CONTOH PENGGUNAAN
Pabrik garmen terbakar. Direct loss: kerusakan bangunan dan mesin Rp 10 miliar (dijamin polis kebakaran). Consequential loss: kehilangan order ekspor Rp 20 miliar, penalti kontrak Rp 5 miliar, biaya sewa pabrik sementara Rp 3 miliar = Rp 28 miliar (HANYA dijamin jika ada polis BI). Tanpa polis BI, kerugian Rp 28 miliar ditanggung sendiri.