Kondisi di mana biaya perbaikan atau penyelamatan melebihi nilai objek sehingga dianggap rugi total.
Constructive Total Loss (CTL) adalah kondisi di mana objek pertanggungan secara teknis masih ada (belum hancur total), tetapi biaya untuk memperbaiki, menyelamatkan, atau memulihkannya MELEBIHI nilai objek tersebut sehingga secara ekonomis dianggap sebagai total loss.
Kriteria CTL:
- Biaya perbaikan/recovery > nilai pertanggungan
- Objek masih ada secara fisik tetapi tidak ekonomis diperbaiki
- Tertanggung harus menyerahkan notice of abandonment
Perbedaan ATL vs CTL:
- ATL (Actual Total Loss): objek BENAR-BENAR hilang/hancur
- CTL: objek MASIH ADA tapi biaya recovery > nilai
Notice of Abandonment:
Tertanggung menyerahkan hak atas objek kepada perusahaan asuransi dan mengklaim total loss. Perusahaan asuransi berhak menerima atau menolak abandonment.
Penerapan:
- Marine: kapal yang biaya salvagenya melebihi nilai kapal
- Kendaraan: kerusakan ≥75% harga kendaraan (di Indonesia)
- Properti: bangunan yang biaya perbaikannya > reinstatement value
Dasar hukum:
Marine Insurance Act 1906 Section 60-63.
CONTOH PENGGUNAAN
Kendaraan senilai Rp 300 juta mengalami kecelakaan. Biaya perbaikan Rp 250 juta (83% dari harga). Karena >75%, dinyatakan CTL. Perusahaan asuransi membayar Rp 300 juta (total loss) dan mengambil alih kendaraan (salvage). Salvage dijual Rp 50 juta — menjadi pendapatan perusahaan asuransi.