Risiko kerugian akibat kegagalan proses internal, orang, atau sistem.
Operational risk (risiko operasional) adalah risiko kerugian yang timbul dari kegagalan proses internal, manusia, sistem teknologi, atau peristiwa eksternal dalam operasi perusahaan asuransi.
Kategori risiko operasional:
1. People risk (risiko SDM):
- Kesalahan karyawan (human error)
- Fraud internal
- Key person dependency
- Turnover tinggi
2. Process risk (risiko proses):
- Proses underwriting yang cacat
- Kesalahan penerbitan polis
- Keterlambatan penyelesaian klaim
- Compliance failure
3. System risk (risiko sistem):
- Kegagalan sistem IT
- Cyber attack dan data breach
- Downtime sistem
- Kehilangan data
4. External risk (risiko eksternal):
- Bencana alam yang mengganggu operasi
- Perubahan regulasi mendadak
- Vendor/outsourcing failure
- Pandemik
Dalam formula RBC:
- Risiko operasional adalah salah satu komponen modal minimum berbasis risiko
- OJK mengatur perhitungan capital charge untuk operational risk
Mitigasi:
- Business Continuity Plan (BCP)
- Disaster Recovery Plan (DRP)
- Internal audit dan control
- Cyber security
- Staff training dan segregation of duties
CONTOH PENGGUNAAN
Sistem IT perusahaan asuransi mengalami downtime 3 hari akibat ransomware attack. Dampak: (1) tidak bisa menerbitkan polis baru (kehilangan pendapatan), (2) 500 klaim tertunda, (3) data nasabah terancam bocor, (4) biaya recovery Rp 5 miliar. Ini adalah realisasi operational risk — risiko sistem dan risiko eksternal.