Analisis risiko berdasarkan seberapa sering kerugian terjadi dan seberapa besar dampaknya.
Frequency-severity analysis adalah metode analisis risiko yang mengkombinasikan dua dimensi utama: seberapa sering kerugian terjadi (frequency) dan seberapa besar dampak setiap kejadian (severity).
Metodologi:
1. Data collection — Mengumpulkan data historis klaim: jumlah kejadian dan nilai setiap klaim.
2. Frequency distribution — Memodelkan distribusi jumlah kejadian (biasanya Poisson atau Negative Binomial).
3. Severity distribution — Memodelkan distribusi nilai klaim (biasanya Lognormal, Pareto, atau Weibull).
4. Aggregate loss — Mengkombinasikan distribusi frequency dan severity untuk mendapatkan total expected loss.
Aplikasi dalam asuransi:
- Rate making (penetapan tarif premi)
- Reinsurance program design
- Capital adequacy calculation
- Loss reserve estimation
- Risk-based pricing
Rumus dasar: Expected Loss = Expected Frequency × Expected Severity. Untuk portofolio 1.000 polis dengan frekuensi 5% dan severity rata-rata Rp 100 juta, expected loss = 50 klaim × Rp 100 juta = Rp 5 miliar.
CONTOH PENGGUNAAN
Perusahaan asuransi menganalisis portofolio asuransi properti: frekuensi klaim kebakaran 0,3% (3 per 1.000 polis) dengan severity rata-rata Rp 2 miliar. Expected loss = 0,3% × Rp 2 miliar = Rp 6 juta per polis. Ditambah loading untuk biaya operasional (30%) dan profit margin (10%), premi ditetapkan Rp 8,4 juta per polis.