Rencana untuk memastikan kelangsungan operasional bisnis saat terjadi gangguan.
Business Continuity Plan (BCP) adalah dokumen strategis yang berisi prosedur dan instruksi untuk memastikan organisasi dapat terus menjalankan fungsi-fungsi kritisnya selama dan setelah terjadi gangguan atau bencana.
Komponen utama BCP:
1. Business Impact Analysis (BIA) — Mengidentifikasi proses bisnis kritis dan dampak finansial jika terganggu.
2. Recovery Strategies — Rencana pemulihan untuk setiap proses kritis (lokasi alternatif, backup IT, komunikasi darurat).
3. Plan Development — Dokumentasi prosedur detail, termasuk contact tree, checklist, dan tahapan pemulihan.
4. Testing & Exercises — Simulasi dan latihan berkala untuk memastikan efektivitas rencana.
5. Maintenance — Review dan update BCP secara periodik.
Hubungan BCP dengan asuransi:
- BCP yang baik dapat menurunkan premi asuransi business interruption
- Penanggung sering mensyaratkan BCP sebagai bagian dari risk improvement recommendation
- BCP membantu mempercepat pemulihan sehingga klaim business interruption lebih rendah
Standar internasional BCP diatur dalam ISO 22301 (Business Continuity Management Systems).
CONTOH PENGGUNAAN
Pabrik elektronik di Cikarang memiliki BCP yang mencakup skenario kebakaran. Saat gudang bahan baku terbakar, tim BCP langsung mengaktifkan rencana darurat: produksi dialihkan ke pabrik sister company dalam 48 jam, supplier alternatif diaktifkan, dan komunikasi ke pelanggan dilakukan dalam 24 jam. Tanpa BCP, business interruption bisa berlangsung 3 bulan; dengan BCP, pemulihan hanya 2 minggu.