Seberapa sering kerugian terjadi dalam periode tertentu.
Frequency atau frekuensi dalam konteks asuransi dan manajemen risiko mengacu pada seberapa sering suatu jenis kerugian terjadi dalam periode tertentu.
Frekuensi digunakan bersama severity (keparahan) untuk menganalisis profil risiko:
1. High Frequency, Low Severity — Sering terjadi tetapi kerugian kecil. Contoh: klaim kaca pecah kendaraan. Best handled with: deductible atau risk retention.
2. Low Frequency, High Severity — Jarang terjadi tetapi kerugian besar. Contoh: kebakaran pabrik. Best handled with: asuransi.
3. High Frequency, High Severity — Sering dan besar. Contoh: kecelakaan di industri berbahaya. Best handled with: risk avoidance + asuransi.
4. Low Frequency, Low Severity — Jarang dan kecil. Best handled with: risk retention.
Perhitungan frekuensi:
- Claim frequency = jumlah klaim / jumlah unit eksposur
- Contoh: 50 klaim dari 10.000 kendaraan = frekuensi 0,5% atau 5 per mil
CONTOH PENGGUNAAN
Perusahaan logistik mengoperasikan 200 truk. Dalam setahun, terjadi 40 kecelakaan kecil (frekuensi 20%) dengan rata-rata kerugian Rp 10 juta per kejadian, dan 2 kecelakaan besar (frekuensi 1%) dengan kerugian Rp 500 juta per kejadian. Data frekuensi ini digunakan underwriter untuk menetapkan premi: kecelakaan kecil di-handle dengan deductible Rp 15 juta, sementara kecelakaan besar dijamin penuh oleh polis.