Pedoman internal perusahaan asuransi untuk menentukan risiko yang dapat diterima.
Underwriting guidelines adalah dokumen internal perusahaan asuransi yang menetapkan kriteria, prosedur, dan standar untuk menerima atau menolak risiko, memastikan konsistensi keputusan underwriting.
Komponen:
- Acceptable risks: jenis risiko yang boleh diterima
- Prohibited risks: jenis risiko yang harus ditolak
- Rating guidelines: tarif minimum dan maksimum per kelas
- Authority levels: batas wewenang per level underwriter
- Documentation requirements: dokumen yang diperlukan per jenis risiko
- Survey requirements: kapan survey diperlukan
- Accumulation limits: batas konsentrasi per zona
- Reinsurance referral: kapan harus dirujuk ke reasuradur
Contoh guidelines:
- Properti: accept office, retail, hotel. Decline fireworks factory, ammunition storage
- Motor: accept private car usia ≤10 tahun. Decline modified racing vehicles
- Life: accept age 18-60, non-hazardous occupation. Refer age >60, hazardous occupation
Review:
Underwriting guidelines diperbarui berkala berdasarkan kinerja portofolio, perubahan regulasi, dan market conditions.
CONTOH PENGGUNAAN
Chief Underwriter memperbarui guidelines setelah loss ratio segmen restoran naik dari 60% ke 85%: (1) rate minimum restoran dinaikkan dari 0,15% ke 0,20%, (2) survey wajib untuk restoran dengan kitchen area >50 m², (3) warranty automatic fire suppression system di kitchen, (4) deductible minimum Rp 50 juta. Setelah 1 tahun, loss ratio segmen restoran turun ke 65%.