Langsung ke konten
Reasuransi
Definisi Singkat

Metode penetapan tarif reasuransi berdasarkan pengalaman klaim historis.

Penjelasan Lengkap

Burning cost adalah metode perhitungan harga reasuransi non-proportional (excess of loss) berdasarkan pengalaman klaim historis aktual yang menembus layer reasuransi.

Rumus:

Burning Cost Rate = Total Klaim yang Menembus Layer ÷ Total Premi Underlying (Subject Premium)

Cara kerja:

  1. Kumpulkan data klaim 5-10 tahun terakhir
  2. Identifikasi klaim yang menembus layer XL (melebihi retention)
  3. Jumlahkan klaim netto yang recovery dari layer tersebut
  4. Bagi dengan total subject premium periode yang sama
  5. Hasilnya adalah burning cost rate historis

Penyesuaian:

  • Trending (inflasi klaim)
  • Development (klaim yang belum final)
  • Exposure adjustment (perubahan portofolio)
  • Loading (margin keamanan)

Keuntungan:

  • Berdasarkan pengalaman nyata (experience-based)
  • Objektif dan transparan
  • Mudah dihitung dan dipahami

Keterbatasan:

  • Memerlukan data klaim yang cukup panjang
  • Tidak memperhitungkan catastrophe events yang belum pernah terjadi
  • Past experience tidak selalu mencerminkan future exposure

CONTOH PENGGUNAAN

Program property XL layer Rp 50 miliar xs Rp 10 miliar. Data 5 tahun: total klaim yang menembus layer = Rp 30 miliar. Total subject premium 5 tahun = Rp 500 miliar. Burning cost rate = 30/500 = 6%. Dengan loading 50%: rate reasuransi = 6% × 1,5 = 9%. Premium reasuransi = 9% × Rp 100 miliar (subject premium tahun ini) = Rp 9 miliar.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis