Alat yang mengelompokkan risiko berdasarkan tingkat kemungkinan dan konsekuensi.
Risk matrix atau matriks risiko adalah alat penilaian risiko berbentuk tabel yang mengkombinasikan tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity) untuk menentukan level risiko secara keseluruhan. Risk matrix merupakan metode semi-kuantitatif yang paling umum digunakan dalam manajemen risiko dan underwriting asuransi.
Format standar risk matrix biasanya menggunakan skala 5×5: sumbu horizontal menunjukkan dampak (negligible, minor, moderate, major, catastrophic) dan sumbu vertikal menunjukkan probabilitas (rare, unlikely, possible, likely, almost certain). Perpotongan kedua sumbu menghasilkan tingkat risiko: low, medium, high, atau extreme.
Dalam praktik underwriting asuransi di Indonesia, risk matrix digunakan untuk menentukan keputusan akseptasi: risiko low diterima secara otomatis, risiko medium diterima dengan syarat tertentu, risiko high memerlukan persetujuan manajemen senior, dan risiko extreme biasanya ditolak atau memerlukan persetujuan direksi.
CONTOH PENGGUNAAN
Seorang underwriter mengevaluasi permohonan asuransi untuk pabrik petasan menggunakan risk matrix 5×5. Probabilitas kebakaran dinilai 4 (likely) karena bahan baku yang sangat mudah terbakar. Dampak dinilai 5 (catastrophic) karena potensi ledakan yang menghancurkan seluruh fasilitas. Hasil risk matrix menunjukkan level extreme (skor 20). Sesuai prosedur, risiko ini memerlukan persetujuan direksi dan akhirnya ditolak karena melebihi risk appetite perusahaan.