Langsung ke konten
Dasar-Dasar Asuransi
Definisi Singkat

Metrik yang digunakan untuk memberikan peringatan dini tentang peningkatan paparan risiko.

Penjelasan Lengkap

Key Risk Indicator (KRI) adalah metrik kuantitatif yang digunakan untuk memantau dan mengukur tingkat risiko dalam organisasi, memberikan sinyal peringatan dini (early warning) sebelum risiko menjadi kerugian aktual.

Perbedaan dengan KPI:

  • KPI (Key Performance Indicator): mengukur KINERJA (sudah terjadi)
  • KRI (Key Risk Indicator): mengukur RISIKO (prediksi/peringatan dini)

Contoh KRI dalam asuransi:

Underwriting:

  • Rasio polis yang diterbitkan tanpa survey
  • Persentase risiko di luar appetite
  • Konsentrasi risiko per zona bencana

Klaim:

  • Frekuensi klaim per lini bisnis
  • Rata-rata waktu penyelesaian klaim
  • Rasio klaim yang dipersengketakan

Keuangan:

  • RBC ratio mendekati batas minimum 120%
  • Rasio piutang premi overdue
  • Konsentrasi investasi pada satu instrumen

Operasional:

  • Downtime sistem IT
  • Turnover karyawan kunci
  • Jumlah keluhan nasabah

Karakteristik KRI yang baik:

  • Measurable (terukur)
  • Predictive (bersifat prediktif)
  • Comparable (bisa dibandingkan antar periode)
  • Actionable (bisa ditindaklanjuti)
  • Memiliki threshold (batas toleransi: hijau/kuning/merah)

CONTOH PENGGUNAAN

Perusahaan asuransi menetapkan KRI: piutang premi >90 hari tidak boleh melebihi 15% dari total premi. Bulan ini: piutang >90 hari mencapai 18% (zona merah). Tim collection segera mengintensifkan penagihan sebelum masalah cashflow terjadi.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis