Langsung ke konten
Dasar-Dasar Asuransi
Definisi Singkat

Analisis dampak terhadap bisnis jika proses kritis terganggu atau berhenti.

Penjelasan Lengkap

Business Impact Analysis (BIA) adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak potensial dari gangguan terhadap fungsi-fungsi bisnis yang kritikal.

Tujuan BIA:

  1. Mengidentifikasi fungsi bisnis yang kritikal
  2. Menentukan dampak finansial dan operasional dari gangguan
  3. Menetapkan Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO)
  4. Prioritasi pemulihan

Komponen BIA:

Recovery Time Objective (RTO):

Waktu maksimum yang dapat ditoleransi untuk memulihkan fungsi bisnis setelah gangguan.

Recovery Point Objective (RPO):

Titik waktu terakhir di mana data harus dapat dipulihkan (toleransi kehilangan data).

Maximum Tolerable Downtime (MTD):

Waktu maksimum total yang dapat ditoleransi sebelum bisnis mengalami kerugian fatal.

Dalam asuransi:

  • BIA membantu menentukan indemnity period yang tepat untuk polis BI
  • Mengidentifikasi risiko yang perlu diasuransikan
  • Menentukan sum insured BI yang memadai
  • Dasar untuk Business Continuity Plan (BCP)

Standar:

ISO 22301 (Business Continuity Management) mensyaratkan BIA sebagai komponen wajib.

CONTOH PENGGUNAAN

Pabrik farmasi melakukan BIA: produksi obat esensial = fungsi kritikal, RTO 48 jam, MTD 14 hari. Jika berhenti >14 hari: kehilangan kontrak rumah sakit Rp 100 miliar + denda BPOM Rp 5 miliar. BIA digunakan untuk menentukan indemnity period BI minimum 6 bulan dan sum insured Rp 200 miliar.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis