Langsung ke konten
Underwriting
Definisi Singkat

Kondisi pasar asuransi di mana premi tinggi, kapasitas terbatas, dan underwriting ketat.

Penjelasan Lengkap

Hard market adalah fase dalam siklus pasar asuransi yang ditandai oleh kenaikan premi, syarat pertanggungan yang lebih ketat, berkurangnya kapasitas, dan underwriting yang lebih selektif.

Karakteristik hard market:

  • Premi naik signifikan (10-50% atau lebih)
  • Kapasitas berkurang (perusahaan asuransi mengurangi line)
  • Underwriting lebih ketat (lebih banyak decline)
  • Coverage lebih terbatas (exclusions bertambah)
  • Deductible naik
  • Proses underwriting lebih lama

Penyebab hard market:

  • Bencana alam besar (catastrophe losses)
  • Loss ratio tinggi berkepanjangan
  • Penurunan investasi return
  • Insolvency beberapa perusahaan asuransi
  • Regulasi solvabilitas yang lebih ketat

Dampak:

  • Nasabah sulit mendapat coverage dengan harga terjangkau
  • Broker bekerja lebih keras mencari kapasitas
  • Perusahaan asuransi lebih profitable
  • Muncul alternative risk transfer (captive, self-insurance)

Contoh:

Hard market global terjadi setelah 9/11 (2001), setelah musim hurricane 2005 (Katrina), dan 2019-2022 (COVID + nat-cat losses).

CONTOH PENGGUNAAN

Setelah banjir besar 2020, pasar asuransi properti Indonesia mengalami hard market: rate naik 30-50%, beberapa perusahaan asuransi menolak risiko di zona banjir, deductible banjir naik dari 10% menjadi 20% sum insured. Perusahaan di zona rawan banjir harus menerima premi Rp 500 juta (sebelumnya Rp 300 juta) atau menanggung risiko sendiri.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis