Risiko yang tersisa setelah semua tindakan mitigasi diterapkan.
Residual risk atau risiko residual adalah risiko yang masih tersisa setelah semua upaya mitigasi dan pengendalian risiko telah diterapkan. Dalam konteks asuransi dan manajemen risiko, tidak mungkin menghilangkan seluruh risiko sepenuhnya, sehingga selalu ada sisa risiko yang harus diterima atau ditransfer.
Dalam kerangka manajemen risiko perusahaan (Enterprise Risk Management/ERM), residual risk dihitung setelah mempertimbangkan efektivitas kontrol yang ada. Jika residual risk masih berada di atas tingkat toleransi risiko perusahaan (risk appetite), maka diperlukan langkah tambahan seperti pembelian asuransi untuk mentransfer risiko tersebut.
OJK mewajibkan perusahaan asuransi untuk melakukan penilaian residual risk secara berkala sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko. Hal ini memastikan bahwa risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi tetap dalam batas kemampuan keuangan dan kapasitas underwriting-nya.
CONTOH PENGGUNAAN
Sebuah pabrik kimia telah memasang sistem pemadam kebakaran otomatis, detector asap, dan melakukan pelatihan keselamatan rutin. Namun, risiko kebakaran tidak bisa dihilangkan sepenuhnya — residual risk masih ada dari faktor seperti sabotase, kegagalan sistem, atau bencana alam. Pabrik kemudian mengasuransikan residual risk ini dengan membeli polis asuransi kebakaran senilai Rp100 miliar.