Integrasi asuransi ke dalam produk atau layanan non-asuransi pada titik penjualan.
Embedded insurance adalah model distribusi di mana asuransi diintegrasikan langsung ke dalam proses pembelian produk atau layanan non-asuransi, sehingga nasabah dapat membeli asuransi pada point of sale tanpa harus mencari asuransi secara terpisah.
Contoh embedded insurance:
- E-commerce: asuransi pengiriman saat checkout di Tokopedia/Shopee
- Travel: asuransi perjalanan saat beli tiket pesawat di Traveloka
- Ride-hailing: asuransi kecelakaan otomatis di Grab/Gojek
- Fintech: asuransi gadget saat beli HP dengan cicilan
- Properti: asuransi kebakaran saat KPR bank
Keuntungan:
- Meningkatkan penetrasi asuransi (nasabah tidak perlu mencari sendiri)
- Premi lebih terjangkau (volume tinggi, biaya akuisisi rendah)
- Customer experience seamless
- Data terintegrasi untuk underwriting
Model bisnis:
- Platform mendapat komisi (revenue share) dari perusahaan asuransi
- Premi biasanya Rp 500 – Rp 50.000 per transaksi
- Volume tinggi mengkompensasi premi rendah
Di Indonesia:
Embedded insurance berkembang pesat melalui e-commerce dan fintech. OJK mengatur kerjasama distribusi asuransi digital melalui POJK.
CONTOH PENGGUNAAN
Marketplace e-commerce menawarkan asuransi pengiriman Rp 2.000 per paket saat checkout. Dari 50 juta transaksi per bulan, 30% membeli asuransi = 15 juta polis mikro per bulan. Jika barang rusak/hilang, klaim diproses otomatis dalam 24 jam berdasarkan data resi pengiriman.