Langsung ke konten
Teknologi Asuransi (InsurTech)
Definisi Singkat

Integrasi asuransi ke dalam produk atau layanan non-asuransi pada titik penjualan.

Penjelasan Lengkap

Embedded insurance adalah model distribusi di mana asuransi diintegrasikan langsung ke dalam proses pembelian produk atau layanan non-asuransi, sehingga nasabah dapat membeli asuransi pada point of sale tanpa harus mencari asuransi secara terpisah.

Contoh embedded insurance:

  1. E-commerce: asuransi pengiriman saat checkout di Tokopedia/Shopee
  2. Travel: asuransi perjalanan saat beli tiket pesawat di Traveloka
  3. Ride-hailing: asuransi kecelakaan otomatis di Grab/Gojek
  4. Fintech: asuransi gadget saat beli HP dengan cicilan
  5. Properti: asuransi kebakaran saat KPR bank

Keuntungan:

  • Meningkatkan penetrasi asuransi (nasabah tidak perlu mencari sendiri)
  • Premi lebih terjangkau (volume tinggi, biaya akuisisi rendah)
  • Customer experience seamless
  • Data terintegrasi untuk underwriting

Model bisnis:

  • Platform mendapat komisi (revenue share) dari perusahaan asuransi
  • Premi biasanya Rp 500 – Rp 50.000 per transaksi
  • Volume tinggi mengkompensasi premi rendah

Di Indonesia:

Embedded insurance berkembang pesat melalui e-commerce dan fintech. OJK mengatur kerjasama distribusi asuransi digital melalui POJK.

CONTOH PENGGUNAAN

Marketplace e-commerce menawarkan asuransi pengiriman Rp 2.000 per paket saat checkout. Dari 50 juta transaksi per bulan, 30% membeli asuransi = 15 juta polis mikro per bulan. Jika barang rusak/hilang, klaim diproses otomatis dalam 24 jam berdasarkan data resi pengiriman.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis