Langsung ke konten
Investasi & Asuransi
Definisi Singkat

Penyesuaian komposisi portofolio investasi untuk menjaga alokasi aset sesuai target.

Penjelasan Lengkap

Portfolio rebalancing adalah proses penyesuaian kembali komposisi portofolio investasi agar kembali sesuai dengan alokasi aset target (strategic asset allocation) yang telah ditetapkan.

Mengapa rebalancing diperlukan:

Seiring waktu, pergerakan harga pasar menyebabkan proporsi kelas aset bergeser dari target. Misalnya, jika saham naik signifikan, porsi saham dalam portofolio menjadi lebih besar dari target, meningkatkan risiko.

Metode rebalancing:

1. Calendar rebalancing — Dilakukan secara berkala (bulanan, triwulanan, tahunan).

2. Threshold rebalancing — Dilakukan saat alokasi menyimpang melebihi batas toleransi (misalnya ±5% dari target).

3. Cash flow rebalancing — Menggunakan arus kas masuk (premi baru) untuk membeli aset yang underweight.

Rebalancing dalam asuransi:

  • Perusahaan asuransi melakukan rebalancing untuk menjaga asset-liability matching
  • Memastikan kepatuhan terhadap batas investasi OJK
  • Dalam unit link, nasabah dapat meminta rebalancing fund allocation
  • Biasanya dilakukan oleh komite investasi dengan persetujuan direksi

CONTOH PENGGUNAAN

Portofolio perusahaan asuransi target: saham 30%, obligasi 50%, deposito 20%. Setelah rally pasar saham, komposisi aktual bergeser menjadi: saham 38%, obligasi 45%, deposito 17%. Tim investasi melakukan rebalancing: menjual saham Rp 80 miliar dan mengalokasikan ke obligasi (Rp 50 miliar) dan deposito (Rp 30 miliar) untuk kembali ke target.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis