Asuransi pertanian berdasarkan hasil panen rata-rata di suatu wilayah.
Area-yield insurance adalah jenis asuransi pertanian di mana pembayaran klaim didasarkan pada perbandingan hasil panen rata-rata suatu wilayah (kecamatan/kabupaten) terhadap ambang batas (threshold) yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan kerugian individual petani.
Mekanisme:
- Ditetapkan yield rata-rata historis wilayah (benchmark)
- Trigger level ditentukan (misalnya 80% dari rata-rata)
- Jika yield aktual wilayah < trigger level → semua petani peserta di wilayah tersebut menerima klaim
- Besaran klaim proporsional terhadap penyimpangan dari trigger
Keunggulan:
- Mengurangi moral hazard karena klaim tidak berbasis kerugian individual
- Biaya administrasi lebih rendah (tidak perlu survei per lahan)
- Cocok untuk wilayah dengan pola pertanian homogen
Kelemahan:
- Basis risk: petani dengan kerugian individual besar mungkin tidak menerima klaim jika yield wilayah masih di atas trigger
- Membutuhkan data yield historis yang akurat
Di Indonesia, konsep ini dikembangkan melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang dikelola oleh Jasindo dengan subsidi premi dari pemerintah.
CONTOH PENGGUNAAN
Di Kabupaten Karawang, yield rata-rata padi historis 6 ton/ha dengan trigger 80% (4,8 ton/ha). Akibat kekeringan, yield aktual musim ini hanya 3,5 ton/ha. Seluruh 500 petani peserta asuransi area-yield di kabupaten tersebut menerima klaim sebesar Rp 6 juta per hektar, meskipun beberapa petani dengan irigasi teknis masih memperoleh 5 ton/ha.