Nilai sisa kendaraan yang rusak parah yang masih dapat dijual atau didaur ulang.
Salvage value (nilai sisa) adalah nilai ekonomis yang masih tersisa dari properti atau aset yang telah mengalami kerusakan atau kerugian.
Dalam asuransi:
Salvage value mengurangi jumlah klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi.
Formula klaim:
Klaim Dibayar = Nilai Kerugian - Salvage Value - Deductible
Contoh salvage:
- Mobil kecelakaan: bodi rusak tapi mesin masih bisa dijual
- Gedung terbakar: material besi, bata masih bernilai
- Mesin pabrik rusak: komponen tertentu masih berfungsi
- Kapal karam: badan kapal dan muatan yang bisa diangkat
Pengelolaan salvage:
- Perusahaan asuransi menilai salvage value
- Salvage bisa dijual ke pihak ketiga
- Hasil penjualan mengurangi net claim
- Pada total loss: salvage menjadi milik perusahaan asuransi (abandonment)
Dalam klaim kendaraan:
- Jika klaim total loss, kendaraan menjadi milik perusahaan asuransi
- Perusahaan asuransi menjual salvage ke dealer/lelang
- Tertanggung bisa membeli kembali salvage (buyback)
Perbedaan:
- Salvage value: nilai sisa SETELAH kerusakan
- Scrap value: nilai material dasar (besi tua, dll)
- Residual value: nilai di akhir masa manfaat (bukan karena kerusakan)
CONTOH PENGGUNAAN
Mobil TSI Rp 300 juta mengalami kecelakaan berat. Biaya perbaikan Rp 250 juta (>75% TSI) — dinyatakan total loss. Perusahaan asuransi membayar Rp 300 juta dikurangi deductible Rp 500 ribu. Mobil rusak (salvage) dilelang seharga Rp 60 juta — hasil lelang menjadi milik perusahaan asuransi.