Langsung ke konten
Dasar-Dasar Asuransi
Definisi Singkat

Kemampuan seseorang atau objek untuk memenuhi syarat-syarat agar dapat diasuransikan.

Penjelasan Lengkap

Insurability (keterasuransian) adalah kemampuan suatu risiko untuk dapat diasuransikan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Syarat risiko yang insurable:

1. Pure risk (risiko murni):

Hanya ada kemungkinan rugi atau tidak rugi (bukan speculative risk yang bisa untung).

2. Fortuitous (tidak pasti):

Kejadian tidak dapat diprediksi kapan atau apakah akan terjadi.

3. Definite and measurable:

Kerugian dapat didefinisikan dengan jelas dan diukur secara finansial.

4. Insurable interest:

Tertanggung memiliki kepentingan yang sah atas objek pertanggungan.

5. Not catastrophic:

Tidak menimbulkan kerugian katastropik pada banyak tertanggung sekaligus (tapi bisa di-reasuransikan).

6. Large number of similar exposures:

Ada cukup banyak risiko serupa untuk menerapkan hukum bilangan besar (law of large numbers).

7. Economically feasible:

Premi yang dibutuhkan terjangkau oleh tertanggung.

Risiko yang TIDAK insurable:

  • Speculative risk (investasi saham — bisa untung/rugi)
  • Certainty (barang pasti rusak karena usia)
  • Perang dan senjata nuklir (biasanya dikecualikan)
  • Risiko yang preminya terlalu mahal (contoh: perubahan iklim ekstrem di masa jauh depan)

CONTOH PENGGUNAAN

Perusahaan mengajukan asuransi untuk risiko 'penurunan penjualan akibat kompetitor baru'. Perusahaan asuransi menolak — ini speculative risk (bisa juga penjualan naik), tidak memenuhi syarat pure risk. Namun, 'kerusakan pabrik akibat kebakaran' adalah insurable risk — pure risk, fortuitous, measurable, dan ada insurable interest.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis