Dasar-Dasar Asuransi
Definisi Singkat
Reasuransi yang melindungi dari akumulasi kerugian melebihi persentase premi tertentu.
Penjelasan Lengkap
Stop loss (atau aggregate excess of loss) adalah jenis perjanjian reasuransi yang melindungi perusahaan asuransi dari kerugian agregat (total kumulatif) yang melebihi batas tertentu dalam satu periode.
Cara kerja:
- Perusahaan asuransi menetapkan batas kerugian agregat (aggregate retention)
- Reasuransi membayar kerugian yang MELEBIHI batas tersebut
- Batas biasanya dinyatakan sebagai persentase dari premi atau jumlah absolut
Contoh:
- Premi neto perusahaan asuransi: Rp 100 miliar
- Stop loss attachment: 80% loss ratio (Rp 80 miliar)
- Stop loss limit: 120% loss ratio (Rp 120 miliar)
- Reasuransi membayar kerugian antara Rp 80-120 miliar
Perbedaan dengan excess of loss biasa:
- Per-risk XOL: melindungi per KEJADIAN individual
- Cat XOL: melindungi per BENCANA (satu event, banyak klaim)
- Stop loss / Aggregate XOL: melindungi TOTAL klaim dalam setahun
Kapan digunakan:
- Proteksi terhadap akumulasi klaim kecil-kecil (attritional losses)
- Melindungi loss ratio agar tidak melampaui batas
- Stabilisasi hasil underwriting tahunan
- Complement dari per-risk dan cat XOL
Kelemahan:
- Premi reasuransi relatif mahal
- Moral hazard (perusahaan asuransi kurang hati-hati setelah mencapai attachment point)
CONTOH PENGGUNAAN
Perusahaan asuransi memiliki portofolio motor dengan premi neto Rp 200 miliar. Stop loss: attachment 75% loss ratio (Rp 150 miliar), limit 110% (Rp 220 miliar). Tahun berjalan: total klaim Rp 180 miliar (loss ratio 90%). Reasuransi membayar: Rp 180M - Rp 150M = Rp 30 miliar.
Istilah Terkait