Dasar-Dasar Asuransi
Definisi Singkat
Estimasi kerugian terbesar yang mungkin terjadi dalam satu peristiwa.
Penjelasan Lengkap
Maximum Probable Loss (MPL) atau Probable Maximum Loss (PML) adalah estimasi kerugian maksimum yang MUNGKIN terjadi pada suatu risiko dalam skenario yang REALISTIS namun berat, di mana beberapa (bukan semua) sistem proteksi gagal.
Asumsi PML:
- Beberapa proteksi berfungsi, beberapa gagal
- Pemadam kebakaran datang tapi terlambat
- Firewall ada tapi mungkin tidak efektif 100%
- Kondisi cuaca tidak ideal tapi bukan worst case
Penggunaan PML/EML:
- Menentukan RETENSI SENDIRI perusahaan asuransi
- Basis program reasuransi (berapa kapasitas yang dibutuhkan)
- Menentukan tarif premi
- Mengatur konsentrasi risiko (kumul)
- Menentukan perlu tidaknya koasuransi
Cara menghitung:
- Berdasarkan fire survey / risk assessment
- Mempertimbangkan: konstruksi, occupancy, proteksi, exposure
- Dinyatakan dalam persentase dari TSI
Contoh PML per jenis properti:
- Gedung perkantoran beton (sprinkler): PML 20-30%
- Pabrik manufacturing (tanpa sprinkler): PML 50-70%
- Gudang penyimpanan barang: PML 60-80%
- Hotel/mall besar: PML 30-50%
Pentingnya:
- PML yang akurat = program reasuransi yang efisien
- PML terlalu rendah = underinsured pada reasuransi (bahaya)
- PML terlalu tinggi = premi reasuransi terlalu mahal
CONTOH PENGGUNAAN
Kawasan industri: 5 pabrik berdekatan, total TSI Rp 2 triliun. Risk engineer menilai PML 45% (Rp 900 miliar) — jika kebakaran besar terjadi, firewall antar pabrik menahan sebagian tapi 2-3 pabrik bisa terdampak. Perusahaan asuransi menetapkan retensi Rp 100 miliar dan membeli reasuransi XOL Rp 800 miliar xs Rp 100 miliar.
Istilah Terkait