Langsung ke konten
Aktuaria & Keuangan Asuransi
Definisi Singkat

Proses pengelolaan portofolio asuransi yang tidak lagi menerima bisnis baru.

Penjelasan Lengkap

Run-off adalah kondisi di mana perusahaan asuransi atau portofolio tertentu tidak lagi menerima bisnis baru (new business) tetapi masih mengelola polis-polis yang ada hingga seluruh kewajiban selesai.

Alasan run-off:

1. Keputusan bisnis — Keluar dari lini bisnis yang tidak menguntungkan.

2. Regulasi — Pencabutan izin usaha oleh OJK.

3. Merger & akuisisi — Portofolio tertentu di-run off setelah merger.

4. Insolvency — Perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban solvabilitas.

Proses run-off mencakup:

  • Pengelolaan klaim outstanding dan IBNR
  • Negosiasi commutation dengan reinsurer
  • Pengelolaan investasi untuk memenuhi kewajiban
  • Transfer portofolio ke perusahaan lain (jika memungkinkan)
  • Pengembalian premi yang belum terpakai

Run-off bisa memakan waktu bertahun-tahun, terutama untuk lini bisnis long-tail seperti liability insurance di mana klaim baru masih bisa muncul bertahun-tahun setelah periode polis.

CONTOH PENGGUNAAN

Perusahaan asuransi memutuskan keluar dari bisnis liability insurance karena kerugian berturut-turut. Portofolio di-run off: tidak ada polis baru, tetapi 500 polis existing dikelola hingga expired. Klaim yang muncul dari polis lama tetap dibayar. Cadangan Rp 50 miliar disisihkan untuk estimated liabilities. Run-off diperkirakan selesai dalam 5 tahun.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis