Langsung ke konten
Dasar-Dasar Asuransi
Definisi Singkat

Risiko yang timbul dari perubahan iklim termasuk peningkatan frekuensi bencana alam.

Penjelasan Lengkap

Climate risk (risiko iklim) dalam konteks asuransi adalah risiko kerugian finansial yang timbul akibat perubahan iklim dan dampaknya terhadap bisnis asuransi.

Jenis climate risk:

1. Physical risk (risiko fisik):

  • Acute: bencana alam yang semakin sering dan parah (banjir, badai, kebakaran hutan)
  • Chronic: perubahan jangka panjang (kenaikan permukaan laut, suhu rata-rata naik)

2. Transition risk (risiko transisi):

  • Perubahan regulasi (carbon tax, larangan fossil fuel)
  • Pergeseran pasar (investasi ESG, stranded assets)
  • Teknologi baru (energi terbarukan)
  • Reputational risk (perusahaan yang tidak ramah lingkungan)

3. Liability risk (risiko tanggung gugat):

  • Tuntutan hukum terkait perubahan iklim
  • Climate litigation terhadap perusahaan fossil fuel
  • D&O claims terkait kegagalan mengelola climate risk

Dampak pada industri asuransi:

  • Kenaikan frekuensi dan severity klaim properti
  • Beberapa area menjadi uninsurable
  • Perubahan model catastrophe
  • Kebutuhan produk asuransi baru (parametric, climate insurance)

Regulasi:

Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) — OJK mendorong adopsi di Indonesia.

CONTOH PENGGUNAAN

Perusahaan asuransi menganalisis climate risk pada portofolio properti pesisir Jakarta: kenaikan permukaan laut 50cm dalam 30 tahun akan meningkatkan risiko banjir 3× lipat. Keputusan: menaikkan tarif TSFWD untuk zona pesisir 40%, membatasi sum insured per lokasi, dan memasukkan sea level rise dalam catastrophe model.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis