Langsung ke konten
Investasi & Asuransi
Definisi Singkat

Strategi menyebarkan investasi ke berbagai instrumen untuk mengurangi risiko.

Penjelasan Lengkap

Diversification (diversifikasi) adalah strategi manajemen risiko yang menyebarkan investasi ke berbagai jenis instrumen, sektor, dan wilayah untuk mengurangi risiko keseluruhan portofolio.

Prinsip dasar:

Diversifikasi bekerja karena instrumen investasi yang berbeda tidak bergerak searah secara sempurna (korelasi < 1). Ketika satu aset turun, aset lain mungkin stabil atau naik.

Jenis diversifikasi dalam investasi asuransi:

1. Diversifikasi kelas aset — Menyebar ke deposito, obligasi, saham, reksa dana, properti.

2. Diversifikasi sektor — Tidak terkonsentrasi pada satu sektor industri.

3. Diversifikasi tenor — Investasi dengan berbagai jangka waktu (matching dengan profil kewajiban).

4. Diversifikasi counterparty — Tidak menempatkan terlalu banyak pada satu bank atau penerbit.

Regulasi OJK:

OJK mengatur batas maksimum investasi per instrumen dan per counterparty untuk memastikan diversifikasi. Contoh: deposito maksimal 20% per bank, saham maksimal 40% dari total investasi.

CONTOH PENGGUNAAN

Perusahaan asuransi dengan total investasi Rp 1 triliun mendiversifikasi: deposito 25% (Rp 250 miliar di 8 bank), obligasi pemerintah 30% (Rp 300 miliar), obligasi korporasi 15% (Rp 150 miliar di 20 emiten), saham 20% (Rp 200 miliar di 30 emiten), reksa dana 5%, properti 5%. Diversifikasi ini membantu menjaga stabilitas nilai investasi saat pasar saham turun 15% karena komponen lain tetap stabil.

Istilah Terkait
Konsultasi Gratis