Distribusi produk asuransi mikro melalui saluran non-tradisional seperti telekomunikasi.
Micro-insurance distribution adalah strategi penyaluran produk asuransi mikro melalui saluran-saluran non-tradisional yang dapat menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah yang umumnya tidak terlayani oleh jaringan distribusi asuransi konvensional.
Saluran distribusi utama:
1. Mobile/Digital — Melalui operator telekomunikasi (Telkomsel, XL), e-wallet (GoPay, OVO, Dana), dan platform digital.
2. Agregator/Marketplace — Platform e-commerce yang menawarkan asuransi mikro sebagai add-on pembelian.
3. Lembaga Keuangan Mikro — BPR, koperasi, pegadaian, dan lembaga microfinance.
4. Community-Based — Melalui kelompok tani, arisan, PKK, dan organisasi masyarakat.
5. Government-Linked — Program pemerintah yang mengintegrasikan asuransi mikro (AUTP, AUTS).
Tantangan utama dalam distribusi asuransi mikro adalah literasi keuangan yang rendah, kepercayaan masyarakat terhadap asuransi, dan biaya distribusi yang harus ditekan agar produk tetap terjangkau.
CONTOH PENGGUNAAN
Operator seluler meluncurkan program asuransi mikro jiwa senilai Rp 10 juta dengan premi Rp 5.000 per bulan yang dipotong langsung dari pulsa. Pelanggan cukup mengirim SMS 'DAFTAR' ke nomor tertentu. Dalam 6 bulan, 500.000 pelanggan terdaftar — angka yang tidak mungkin dicapai melalui agen asuransi tradisional.