Pemicu otomatis pembayaran klaim berdasarkan parameter yang terukur secara objektif.
Parametric trigger adalah parameter atau ambang batas yang telah ditetapkan dalam polis asuransi parametrik yang, ketika tercapai atau terlampaui, secara otomatis memicu pembayaran klaim.
Jenis-jenis trigger:
1. Single Trigger — Satu parameter tunggal (misalnya gempa ≥ 7,0 SR).
2. Dual/Multiple Trigger — Kombinasi beberapa parameter yang harus terpenuhi bersamaan (misalnya curah hujan > 200mm DAN kecepatan angin > 120 km/jam).
3. Modeled Loss Trigger — Berdasarkan estimasi kerugian dari model bencana, bukan parameter fisik langsung.
4. Industry Loss Trigger — Terpicu ketika total kerugian industri dari suatu peristiwa mencapai ambang tertentu.
Kriteria trigger yang baik:
- Objektif dan terukur secara independen
- Data tersedia dari sumber terpercaya (BMKG, NASA, stasiun cuaca resmi)
- Berkorelasi kuat dengan kerugian aktual
- Tidak dapat dimanipulasi oleh pihak manapun
CONTOH PENGGUNAAN
Polis asuransi parametrik banjir di Jakarta menetapkan trigger: ketinggian air di Pintu Air Manggarai ≥ 950 cm. Data real-time dari BPBD DKI Jakarta menjadi acuan. Saat banjir besar terjadi dan level air mencapai 1.020 cm, pembayaran klaim otomatis terpicu tanpa perlu laporan individual dari tertanggung.