Asuransi yang membayar berdasarkan parameter tertentu tanpa proses klaim tradisional.
Asuransi parametrik adalah inovasi asuransi di mana pembayaran klaim otomatis terpicu ketika parameter yang telah disepakati tercapai, tanpa memerlukan proses klaim dan penilaian kerugian tradisional.
Perbedaan utama dengan asuransi tradisional:
Asuransi Tradisional: Tertanggung mengajukan klaim → Loss adjuster menilai kerugian → Negosiasi → Pembayaran (berminggu-minggu/berbulan-bulan).
Asuransi Parametrik: Parameter terpicu (otomatis terdeteksi) → Pembayaran otomatis (dalam hari).
Parameter yang umum digunakan:
- Magnitude gempa bumi (skala Richter)
- Curah hujan (mm per periode)
- Kecepatan angin (km/jam)
- Ketinggian gelombang laut
- Level banjir (ketinggian air)
Asuransi parametrik sangat cocok untuk risiko bencana alam karena kerugian terjadi secara massal dan penilaian individual sangat mahal dan lambat. Kelemahannya adalah basis risk — kemungkinan perbedaan antara kerugian nyata dan pembayaran berdasarkan indeks.
CONTOH PENGGUNAAN
Hotel resort di Bali membeli asuransi parametrik gempa bumi. Trigger: gempa ≥ 6,5 SR dalam radius 100 km dari lokasi hotel. Saat BMKG mencatat gempa 7,1 SR di Bali, pembayaran Rp 5 miliar otomatis ditransfer dalam 72 jam — tanpa perlu survei kerusakan, loss adjuster, atau dokumen klaim.