Tahun terjadinya kecelakaan atau kerugian, digunakan untuk menghitung statistik klaim.
Accident year adalah metode pencatatan statistik klaim berdasarkan tahun terjadinya kecelakaan atau kerugian, terlepas dari kapan klaim dilaporkan atau dibayar.
Perbedaan dengan metode pencatatan lain:
1. Accident Year — Semua klaim dikelompokkan berdasarkan tahun kejadian. Memberikan gambaran paling akurat tentang loss experience suatu periode.
2. Underwriting Year — Klaim dikelompokkan berdasarkan tahun polis diterbitkan.
3. Calendar Year — Klaim dikelompokkan berdasarkan tahun pembayaran klaim dilakukan.
Accident year analysis sangat penting dalam:
- Penetapan tarif premi (rate making)
- Evaluasi profitabilitas portofolio
- Perhitungan cadangan klaim (loss reserve)
- Mendeteksi tren peningkatan atau penurunan frekuensi dan severitas klaim
Data accident year membutuhkan waktu untuk 'matang' karena klaim yang terjadi di tahun tertentu mungkin baru dilaporkan atau diselesaikan bertahun-tahun kemudian (development tail).
CONTOH PENGGUNAAN
Perusahaan asuransi mencatat semua klaim kecelakaan kerja yang terjadi di tahun 2024, meskipun beberapa klaim baru dilaporkan di tahun 2025. Total incurred claims tahun kecelakaan 2024 adalah Rp 15 miliar dari 200 kejadian. Data ini digunakan untuk mengevaluasi apakah tarif premi yang diterapkan di tahun 2024 sudah memadai.