Surety Bond adalah jaminan tertulis dari perusahaan asuransi/penjaminan (surety) bahwa kontraktor (principal) akan memenuhi kewajibannya kepada pemilik proyek (obligee). Jika principal gagal, surety yang membayar.
3 pihak dalam surety bond:
- Principal: Kontraktor/pelaksana yang dijamin
- Obligee: Pemilik proyek/pemberi kerja yang dilindungi
- Surety: Perusahaan asuransi/penjaminan yang menerbitkan bond
Jenis surety bond utama:
- Bid Bond (Jaminan Penawaran)
- Performance Bond (Jaminan Pelaksanaan)
- Advance Payment Bond (Jaminan Uang Muka)
- Maintenance Bond (Jaminan Pemeliharaan)
Struktur dokumen Surety Bond:
- Preamble — Identifikasi tiga pihak dan proyek
- Bond Amount — Nilai jaminan
- Bond Period — Masa berlaku
- Conditions — Syarat pencairan
- Unconditional vs. Conditional — Mekanisme klaim
Unconditional Bond: Obligee bisa cairkan tanpa pembuktian default (lebih disukai obligee).
Conditional Bond: Obligee harus buktikan principal default sebelum pencairan (lebih disukai principal).
Penjelasan Pasal per Pasal
PENJELASAN
Menjamin bahwa peserta tender yang menang AKAN menandatangani kontrak. Jika pemenang tender menolak/mundur, surety membayar selisih antara penawaran pemenang dan penawaran terendah berikutnya.
Nilai: Biasanya 1-3% dari nilai penawaran.
Masa berlaku: Dari tanggal pemasukan penawaran sampai penandatanganan kontrak.
CONTOH KASUS
Tender proyek Rp 100 miliar. Kontraktor A menang dengan penawaran Rp 95 miliar. Kontraktor A mundur. Kontraktor B (runner-up) menawar Rp 98 miliar. Surety membayar selisih = Rp 3 miliar kepada pemilik proyek.
PENJELASAN
Menjamin bahwa kontraktor AKAN menyelesaikan proyek sesuai kontrak. Jika kontraktor gagal (default), surety bertanggung jawab sampai nilai bond.
Nilai: Biasanya 5-10% dari nilai kontrak (Perpres 12/2021: minimal 5%).
Opsi surety jika principal default:
- Membayar obligee sesuai nilai bond
- Mencari kontraktor pengganti untuk menyelesaikan pekerjaan
- Membantu principal menyelesaikan — jika masih feasible
CONTOH KASUS
Kontraktor mengerjakan jalan tol Rp 500 miliar dengan performance bond 5% = Rp 25 miliar. Kontraktor bangkrut di progres 60%. Surety membayar Rp 25 miliar kepada pemilik proyek untuk biaya penunjukan kontraktor pengganti.