Jaminan bahwa kontraktor akan PERBAIKI defect yang muncul selama masa pemeliharaan setelah serah terima proyek.
Maintenance Bond menjamin bahwa kontraktor bertanggung jawab memperbaiki cacat atau kerusakan yang muncul selama maintenance period (biasanya 6-12 bulan setelah Provisional Hand Over / PHO).
Kalau kontraktor menolak atau gagal memperbaiki defect selama masa pemeliharaan → owner cairkan bond untuk biaya perbaikan sendiri. Nilai: biasanya 5% dari nilai kontrak.
Dampak bagi Tertanggung: Owner terlindungi dari kontraktor yang “hilang” atau menolak tanggung jawab setelah serah terima proyek.
Tips Praktis: Masa berlaku = maintenance period di kontrak (biasanya 6-12 bulan setelah PHO). Pastikan FHO (Final Hand Over) dan pelepasan bond dilakukan SETELAH inspection final memastikan tidak ada defect tersisa.
CONTOH
Proyek selesai (PHO). Bulan ke-4: atap bocor. Kontraktor diminta perbaiki tapi tidak respons. Owner cairkan Maintenance Bond Rp 2.5M → gunakan untuk hire kontraktor lain perbaiki atap.