Banyak pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) menganggap keamanan siber hanya relevan bagi perusahaan besar. Padahal, justru sebaliknya. UKM sering menjadi target karena umumnya memiliki sistem keamanan yang lebih lemah dibandingkan perusahaan besar, namun tetap menyimpan data pelanggan dan informasi finansial yang bernilai bagi pelaku kejahatan siber.
Kabar baiknya, membangun fondasi keamanan siber yang solid tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Berikut 10 langkah praktis yang bisa diterapkan UKM untuk memperkuat perlindungan digital bisnisnya.
1. Gunakan Password yang Kuat dan Unik
Password yang lemah masih menjadi salah satu penyebab utama insiden keamanan. Pastikan setiap akun bisnis menggunakan kombinasi password yang panjang dan unik, tidak digunakan berulang di berbagai layanan. Pertimbangkan penggunaan password manager agar karyawan tidak perlu mengingat setiap kombinasi secara manual.
2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (MFA)
Multi-factor authentication (MFA) menambahkan lapisan keamanan ekstra selain password. Meski password bocor, pelaku tetap membutuhkan kode verifikasi tambahan untuk bisa masuk ke akun. Aktifkan MFA terutama pada email bisnis, sistem perbankan, dan aplikasi yang menyimpan data pelanggan.
3. Perbarui Sistem dan Perangkat Lunak Secara Rutin
Pembaruan perangkat lunak sering kali berisi perbaikan celah keamanan yang telah ditemukan sebelumnya. Menunda pembaruan sama saja dengan membiarkan pintu masuk terbuka bagi pelaku kejahatan siber. Aktifkan pembaruan otomatis jika memungkinkan, terutama untuk sistem operasi, browser, dan perangkat lunak antivirus.
4. Berikan Pelatihan Keamanan kepada Karyawan
Karyawan sering menjadi target utama serangan phishing karena dianggap sebagai celah paling mudah dieksploitasi. Pelatihan sederhana mengenai cara mengenali email mencurigakan, tautan berbahaya, dan permintaan data yang tidak wajar dapat sangat membantu mengurangi risiko.
5. Terapkan Strategi Backup Data yang Konsisten
Backup data secara rutin, baik ke penyimpanan cloud maupun perangkat fisik yang terpisah dari jaringan utama, dapat menjadi penyelamat ketika terjadi insiden seperti ransomware atau kerusakan sistem. Pastikan proses backup diuji secara berkala untuk memastikan data benar-benar bisa dipulihkan saat dibutuhkan.
6. Perkuat Keamanan Jaringan
Gunakan firewall, jaringan Wi-Fi yang dilindungi password kuat, dan pisahkan jaringan untuk tamu dari jaringan internal bisnis. Hindari penggunaan Wi-Fi publik untuk mengakses sistem bisnis penting tanpa perlindungan tambahan seperti VPN.
7. Batasi Akses Berdasarkan Kebutuhan
Tidak semua karyawan perlu memiliki akses ke seluruh sistem dan data perusahaan. Terapkan prinsip akses minimum, di mana setiap orang hanya memiliki hak akses sesuai kebutuhan pekerjaannya. Ini membantu membatasi dampak jika satu akun karyawan berhasil diretas.
8. Siapkan Rencana Respons Insiden
Ketika insiden siber terjadi, kecepatan respons sangat menentukan besarnya dampak yang ditimbulkan. Siapkan langkah-langkah yang jelas, mulai dari siapa yang harus dihubungi, bagaimana mengisolasi sistem yang terdampak, hingga cara berkomunikasi dengan pelanggan jika data mereka ikut terpengaruh.
9. Evaluasi Keamanan Vendor dan Mitra Bisnis
Banyak insiden keamanan justru berasal dari celah pada sistem vendor atau mitra bisnis yang terhubung dengan sistem perusahaan. Sebelum bekerja sama, pastikan mitra tersebut juga menerapkan standar keamanan yang memadai, terutama jika mereka memiliki akses ke data pelanggan Anda.
10. Lengkapi dengan Perlindungan Asuransi Cyber
Sekuat apa pun langkah pencegahan yang diterapkan, risiko insiden siber tidak pernah bisa dihilangkan sepenuhnya. Asuransi cyber hadir sebagai lapisan perlindungan finansial tambahan, membantu menanggung biaya investigasi, pemulihan sistem, hingga tanggung jawab hukum yang mungkin timbul akibat insiden siber. Bagi UKM yang biasanya memiliki cadangan dana terbatas, perlindungan seperti ini bisa menjadi penentu apakah bisnis mampu bertahan setelah insiden besar terjadi.
Mulai dari Langkah Kecil, Bukan Kesempurnaan
Salah satu alasan banyak UKM menunda perbaikan keamanan siber adalah anggapan bahwa hal ini membutuhkan investasi besar dan sumber daya khusus. Padahal, sebagian besar langkah di atas bisa dimulai tanpa biaya tambahan yang signifikan, cukup dengan kedisiplinan menerapkan kebiasaan yang benar secara konsisten.
Pemilik usaha tidak perlu menerapkan seluruh 10 langkah sekaligus dalam waktu singkat. Mulailah dari langkah yang paling mudah diterapkan, misalnya mengaktifkan MFA pada akun-akun penting dan membiasakan backup data secara rutin. Setelah itu, secara bertahap perkuat area lain seperti pelatihan karyawan dan penyusunan rencana respons insiden. Pendekatan bertahap ini lebih realistis dan lebih mungkin bertahan dalam jangka panjang dibandingkan mencoba menerapkan semuanya sekaligus lalu kehilangan konsistensi.
Yang terpenting, evaluasi keamanan siber sebaiknya dilakukan secara berkala, bukan hanya sekali di awal. Ancaman terus berkembang, begitu pula cara kerja bisnis Anda seiring pertumbuhan usaha, sehingga langkah keamanan yang diterapkan hari ini perlu terus disesuaikan dengan kondisi terkini.
Libatkan seluruh anggota tim dalam proses ini, bukan hanya pemilik usaha atau staf IT. Semakin banyak orang yang memahami pentingnya keamanan siber dan merasa memiliki tanggung jawab atas hal tersebut, semakin kuat pula pertahanan yang bisa dibangun oleh bisnis secara keseluruhan.
Membangun Keamanan Siber sebagai Investasi Jangka Panjang
Menerapkan 10 langkah di atas secara konsisten dapat membantu UKM membangun fondasi keamanan siber yang kokoh tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus. Yang terpenting adalah menjadikan keamanan siber sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar proyek satu kali yang kemudian dilupakan.
Jika Anda ingin melengkapi strategi keamanan siber bisnis dengan perlindungan finansial yang sesuai kebutuhan, tim Fortis Garda siap membantu menjelaskan pilihan yang tersedia. Pelajari lebih lanjut tentang asuransi cyber dari Fortis Garda untuk melengkapi langkah pencegahan yang sudah Anda terapkan.
Kami punya akses ke banyak perusahaan asuransi domestik dan global. Konsultasi dan quotation gratis, tanpa komitmen.