Bagi orang yang baru terjun ke dunia konstruksi atau pengadaan proyek, istilah CAR, EAR, dan CPM sering terdengar mirip dan membingungkan. Ketiganya sama-sama produk asuransi yang berkaitan dengan proyek, tetapi cakupan dan tujuannya sebenarnya berbeda cukup jauh. Salah memilih bisa berarti proyek Anda tidak terlindungi pada risiko yang paling mungkin terjadi, atau sebaliknya, Anda membayar premi untuk perlindungan yang tidak relevan dengan pekerjaan yang sedang dilakukan.
Artikel ini akan mengupas satu per satu perbedaan CAR, EAR, dan CPM, kapan masing-masing dibutuhkan, di mana area yang saling tumpang tindih, dan bagaimana cara memilih yang paling sesuai dengan jenis proyek Anda.
Apa Itu CAR (Contractor’s All Risk)?
CAR atau Contractor’s All Risk adalah asuransi yang dirancang khusus untuk proyek konstruksi sipil, seperti pembangunan gedung, jalan, jembatan, pabrik, atau infrastruktur lainnya. Polis ini melindungi proyek dari kerugian fisik yang tidak terduga selama masa pembangunan, misalnya kebakaran, banjir, gempa bumi, kesalahan konstruksi, hingga kecelakaan kerja yang menyebabkan kerusakan pada bangunan yang sedang dikerjakan.
Selain kerusakan fisik pada proyek, CAR biasanya juga bisa diperluas dengan jaminan tanggung jawab hukum pihak ketiga (third party liability), sehingga jika pekerjaan konstruksi menyebabkan kerugian pada properti tetangga atau cedera pada orang di sekitar lokasi proyek, kerugian tersebut juga dapat ditanggung.
CAR paling tepat digunakan pada proyek yang sifatnya membangun struktur baru dari awal, seperti konstruksi gedung bertingkat, perumahan, jalan tol, atau fasilitas industri.
Apa Itu EAR (Erection All Risk)?
EAR atau Erection All Risk memiliki konsep yang mirip dengan CAR, tetapi fokusnya berbeda. Jika CAR ditujukan untuk pekerjaan sipil, EAR dirancang untuk proyek pemasangan atau perakitan mesin dan peralatan mekanis maupun elektrikal, misalnya pemasangan turbin pembangkit listrik, instalasi mesin pabrik, pemasangan boiler, atau perakitan peralatan berat lainnya.
Risiko yang dihadapi pada proyek erection cenderung berbeda dari proyek konstruksi sipil murni. Kesalahan pemasangan, kegagalan fungsi mekanis saat uji coba (testing dan commissioning), hingga kerusakan akibat kesalahan prosedur perakitan menjadi perhatian utama dalam polis EAR. Karena itu, EAR biasanya mencakup periode uji coba operasional, bukan hanya masa pemasangan fisik saja.
EAR paling relevan digunakan untuk proyek pembangkit listrik, pabrik manufaktur, instalasi jaringan pipa dengan peralatan mekanis, atau proyek apa pun yang inti pekerjaannya adalah memasang dan menguji mesin, bukan membangun struktur bangunan.
Apa Itu CPM (Contractor’s Plant and Machinery)?
Berbeda dari CAR dan EAR yang melindungi proyek atau objek yang sedang dibangun, CPM atau Contractor’s Plant and Machinery melindungi alat berat dan peralatan konstruksi milik kontraktor yang digunakan untuk mengerjakan proyek tersebut. Contohnya excavator, crane, bulldozer, forklift, dump truck, hingga generator set yang dipakai di lokasi kerja.
Alat berat memiliki nilai investasi yang besar dan berisiko tinggi mengalami kerusakan akibat kecelakaan operasional, kebakaran, pencurian, atau kerusakan mekanis mendadak. CPM memberikan jaminan penggantian biaya perbaikan atau penggantian unit apabila terjadi kerugian pada alat tersebut selama masa pertanggungan.
Polis ini sangat penting bagi kontraktor yang memiliki atau menyewakan armada alat berat, karena downtime akibat kerusakan alat bisa berdampak langsung pada jadwal dan biaya proyek. Anda dapat melihat cakupan lebih lengkap mengenai perlindungan alat berat pada halaman produk Alat Berat Fortis Garda.
Perbedaan Utama Ketiganya
Secara sederhana, perbedaan ketiga produk ini bisa dilihat dari objek yang dilindungi. CAR melindungi hasil pekerjaan konstruksi sipil yang sedang dibangun. EAR melindungi proses pemasangan dan uji coba mesin atau peralatan mekanis-elektrikal. Sementara CPM melindungi alat berat milik kontraktor yang digunakan untuk mengerjakan proyek, terlepas dari jenis proyeknya.
- CAR: objek yang dilindungi adalah bangunan atau struktur yang sedang dikonstruksi
- EAR: objek yang dilindungi adalah mesin atau peralatan yang sedang dipasang dan diuji coba
- CPM: objek yang dilindungi adalah alat berat dan mesin milik kontraktor yang digunakan untuk bekerja
Ketiganya juga berbeda dari sisi periode pertanggungan. CAR dan EAR biasanya mengikuti masa proyek dari awal pekerjaan hingga serah terima, sedangkan CPM umumnya berjalan tahunan mengikuti masa pakai alat berat, tidak terikat pada satu proyek saja.
Area yang Sering Tumpang Tindih
Dalam praktiknya, banyak proyek yang sebenarnya membutuhkan kombinasi dari ketiga polis ini sekaligus. Misalnya, proyek pembangunan pabrik biasanya memiliki komponen sipil (pembangunan gedung pabrik) yang dilindungi CAR, komponen pemasangan mesin produksi yang dilindungi EAR, serta alat berat yang digunakan kontraktor selama proses pembangunan yang dilindungi CPM.
Karena itu, penting untuk memetakan dengan jelas bagian mana dari proyek yang termasuk pekerjaan sipil dan mana yang termasuk pekerjaan pemasangan mesin, agar tidak ada celah perlindungan atau justru duplikasi premi yang tidak perlu. Diskusi dengan pihak layanan asuransi engineering yang berpengalaman akan sangat membantu dalam menentukan kombinasi polis yang paling efisien.
Bagaimana Cara Memilih yang Tepat?
Langkah pertama adalah mengidentifikasi sifat utama proyek Anda. Jika proyek Anda murni pekerjaan sipil seperti membangun gedung atau jalan, CAR biasanya sudah cukup. Jika proyek Anda melibatkan pemasangan mesin atau instalasi elektrikal dan mekanis, seperti pembangkit listrik atau pabrik, EAR menjadi pilihan yang lebih tepat, bisa berdiri sendiri atau dikombinasikan dengan CAR untuk bagian sipilnya.
Sementara itu, jika Anda adalah kontraktor yang memiliki armada alat berat sendiri dan digunakan di berbagai proyek, CPM sebaiknya dimiliki secara terpisah sebagai perlindungan jangka panjang untuk aset perusahaan, bukan hanya untuk satu proyek tertentu.
Konsultasikan juga nilai kontrak, durasi proyek, dan tingkat risiko lokasi kerja, karena faktor-faktor ini akan memengaruhi besaran premi dan jenis perluasan jaminan yang sebaiknya diambil.
Kesimpulan
CAR, EAR, dan CPM masing-masing memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam melindungi sebuah proyek konstruksi. Memahami perbedaan ini akan membantu Anda menghindari celah perlindungan sekaligus menghindari pengeluaran premi yang tidak perlu. Setiap proyek memiliki karakteristik unik, sehingga penilaian risiko yang tepat sebaiknya dilakukan sebelum menentukan jenis polis yang diambil.
Jika Anda masih ragu polis mana yang paling sesuai dengan proyek Anda, tim Fortis Garda siap membantu menganalisis kebutuhan perlindungan proyek Anda, mulai dari pekerjaan sipil, pemasangan mesin, hingga alat berat yang digunakan di lapangan, agar proyek Anda berjalan dengan lebih tenang dan terlindungi dari risiko yang tidak terduga.
Kami punya akses ke banyak perusahaan asuransi domestik dan global. Konsultasi dan quotation gratis, tanpa komitmen.