Kalkulator Inflasi Medis
Inflasi medis di Indonesia secara konsisten lebih tinggi dibanding inflasi umum. Sementara inflasi umum (CPI) berkisar 3–5% per tahun, inflasi biaya medis mencapai 10–12% per tahun. Artinya, biaya rumah sakit, operasi, dan perawatan kesehatan naik dua hingga tiga kali lebih cepat dari harga barang dan jasa pada umumnya.
Kenyataan ini berdampak langsung pada kecukupan proteksi asuransi kesehatan Anda. Plafon yang terasa cukup hari ini bisa jadi sangat kurang dalam 10 atau 20 tahun ke depan. Tanpa perencanaan yang tepat, Anda berisiko menghadapi biaya medis yang jauh melampaui coverage polis Anda di saat paling membutuhkan.
Sebagai broker asuransi independen, Fortis Garda membantu Anda mengevaluasi kecukupan proteksi kesehatan dengan mempertimbangkan faktor inflasi medis. Gunakan kalkulator ini untuk memproyeksikan biaya medis di masa depan dan pastikan polis asuransi kesehatan Anda — baik dari perusahaan asuransi manapun — memberikan coverage yang memadai untuk jangka panjang.
Kalkulator Inflasi Medis
Proyeksikan kenaikan biaya medis di masa depan berdasarkan tingkat inflasi medis.
Cara Menggunakan Kalkulator Inflasi Medis
Masukkan biaya medis saat ini yang ingin Anda proyeksikan (misalnya biaya operasi atau rawat inap).
Geser slider untuk menentukan berapa tahun ke depan proyeksi yang diinginkan.
Sesuaikan tingkat inflasi medis jika diperlukan (default 11% sesuai rata-rata Indonesia).
Aktifkan toggle perbandingan untuk melihat selisih dengan inflasi umum.