Langsung ke konten
Asuransi Properti
Kalkulator Premi Asuransi Properti

Asuransi properti (fire & property insurance) melindungi bangunan dan isinya dari risiko kebakaran, petir, ledakan, dan kejatuhan pesawat — risiko dasar yang dikenal sebagai jaminan FLEXAS (Fire, Lightning, Explosion, Aircraft impact, Smoke). Perlindungan ini penting baik untuk rumah tinggal, ruko, pabrik, maupun gudang.

Besaran premi asuransi properti ditentukan oleh beberapa faktor utama: kelas konstruksi (material bangunan yang mempengaruhi ketahanan terhadap api), zona risiko (lokasi geografis dan tingkat paparan bahaya), serta total nilai pertanggungan (nilai bangunan ditambah isi/inventaris). Perluasan jaminan seperti gempa bumi dan banjir akan menambah premi.

Kalkulator ini menghitung estimasi premi tahunan asuransi properti Anda secara real-time berdasarkan tarif OJK — masukkan data properti di bawah dan hasilnya langsung muncul, tanpa perlu klik tombol apapun.

Kalkulator Premi Asuransi Properti

Hasil dihitung otomatis saat Anda mengisi — tidak perlu klik tombol apapun.

Estimasi nilai bangunan (tidak termasuk tanah).
Rp
Rp 100 jutaRp 50 miliar
Perabotan, peralatan, stok barang, mesin, dll.
Rp
Rp 0Rp 10 miliar
Zona berdasarkan tingkat risiko kebakaran di lokasi properti.

Aktifkan jaminan tambahan yang Anda butuhkan. Tarif mengacu pada SE OJK.

Gempa Bumi (EQVET)
Banjir & Angin Topan (TSFWDD)
RSMDCC (Kerusuhan, Pemogokan, Niat Jahat, Huru-hara)
RSCC (Kerusuhan & Pemogokan)
Tertabrak Kendaraan (Vehicle Impact)
Risiko Lainnya (Others)
ESTIMASI TOTAL PREMI TAHUNAN
Rp 0
Breakdown
Total nilai pertanggunganRp 0
Rate dasar FLEXAS0%
Premi dasar FLEXASRp 0
Tentang Kelas Konstruksi
Kelas 1 (beton bertulang/baja) memiliki ketahanan api tertinggi sehingga preminya paling rendah. Kelas 2 (semi permanen, campuran beton dan kayu) berada di tengah. Kelas 3 (kayu/bambu) paling rentan kebakaran sehingga preminya paling tinggi. Pastikan kelas konstruksi sesuai material dominan bangunan Anda.

Butuh bantuan memilih asuransi properti yang tepat?

Tim kami akan membalas ke email Anda dengan ringkasan lengkap dalam 1x24 jam.
Panduan
Cara Menggunakan
1
Masukkan nilai bangunan Anda (tanpa nilai tanah) — geser slider atau ketik langsung di kolom Rupiah.
2
Masukkan nilai isi bangunan — perabotan, peralatan, stok barang, atau mesin yang ingin dilindungi.
3
Pilih jenis okupasi, kelas konstruksi, dan zona risiko — ini menentukan tarif dasar FLEXAS.
4
Aktifkan perluasan jaminan yang dibutuhkan — gempa bumi, banjir, kerusuhan, dan lainnya.
5
Hasil estimasi total premi muncul otomatis — lengkap dengan breakdown premi dasar dan perluasan.
FAQ
Pertanyaan Umum
Apa itu FLEXAS dalam asuransi properti?
FLEXAS adalah singkatan dari Fire (kebakaran), Lightning (petir), Explosion (ledakan), Aircraft impact (kejatuhan pesawat), dan Smoke (asap). Ini adalah risiko dasar yang ditanggung oleh polis asuransi properti standar di Indonesia. Risiko tambahan seperti gempa bumi, banjir, dan kerusuhan bisa ditambahkan melalui perluasan jaminan.
Apa saja perluasan jaminan yang tersedia?
Perluasan jaminan yang umum meliputi: EQVET (Gempa Bumi, Tsunami, Letusan Gunung) dengan 5 zona risiko; TSFWDD (Banjir, Angin Topan) dengan 4 zona; RSMDCC (Kerusuhan, Pemogokan, Niat Jahat, Huru-hara); RSCC (Kerusuhan & Pemogokan saja); Vehicle Impact (Tertabrak Kendaraan); dan risiko lainnya. Setiap perluasan memiliki tarif tersendiri.
Bagaimana cara menentukan kelas konstruksi bangunan saya?
Kelas konstruksi ditentukan oleh material dominan bangunan. Kelas 1: beton bertulang atau baja (gedung perkantoran, apartemen). Kelas 2: semi permanen, campuran beton dan kayu (rumah tinggal pada umumnya). Kelas 3: kayu atau bambu (rumah tradisional, gudang kayu). Jika ragu, survei dari perusahaan asuransi akan menentukan kelas yang tepat.
Apakah tanah termasuk dalam nilai pertanggungan?
Tidak. Nilai pertanggungan asuransi properti hanya mencakup nilai bangunan fisik dan isi di dalamnya. Tanah tidak bisa terbakar atau rusak oleh risiko yang ditanggung, jadi tidak perlu diasuransikan. Memasukkan nilai tanah akan menyebabkan over-insurance dan premi yang tidak perlu.
Apa perbedaan zona gempa dan zona banjir?
Zona gempa dan zona banjir adalah klasifikasi terpisah. Zona gempa (5 zona) berdasarkan peta seismik Indonesia — zona 5 adalah area paling rawan gempa. Zona banjir (4 zona) berdasarkan risiko banjir di lokasi properti — zona 1 (termasuk Jakarta) adalah area paling rawan banjir. Satu properti bisa berada di zona gempa rendah tapi zona banjir tinggi, atau sebaliknya.
Apakah estimasi premi ini sudah final?
Tidak. Estimasi ini menggunakan tarif referensi OJK. Premi aktual bisa berbeda tergantung hasil survei risiko, fitur bangunan (sprinkler, hydrant, dll), okupasi spesifik, dan kebijakan masing-masing perusahaan asuransi. Hubungi tim Fortis Garda untuk penawaran resmi.
Konsultasi Gratis