Langsung ke konten
Surety Bond
Deskripsi Umum

Surety Bond adalah jaminan tertulis dari perusahaan asuransi/penjaminan (surety) bahwa kontraktor (principal) akan memenuhi kewajibannya kepada pemilik proyek (obligee). Jika principal gagal, surety yang membayar.

3 pihak dalam surety bond:

  1. Principal: Kontraktor/pelaksana yang dijamin
  2. Obligee: Pemilik proyek/pemberi kerja yang dilindungi
  3. Surety: Perusahaan asuransi/penjaminan yang menerbitkan bond

Jenis surety bond utama:

  • Bid Bond (Jaminan Penawaran)
  • Performance Bond (Jaminan Pelaksanaan)
  • Advance Payment Bond (Jaminan Uang Muka)
  • Maintenance Bond (Jaminan Pemeliharaan)
Struktur Wording

Struktur dokumen Surety Bond:

  1. Preamble — Identifikasi tiga pihak dan proyek
  2. Bond Amount — Nilai jaminan
  3. Bond Period — Masa berlaku
  4. Conditions — Syarat pencairan
  5. Unconditional vs. Conditional — Mekanisme klaim

Unconditional Bond: Obligee bisa cairkan tanpa pembuktian default (lebih disukai obligee).

Conditional Bond: Obligee harus buktikan principal default sebelum pencairan (lebih disukai principal).

Penjelasan Pasal per Pasal

Bid Bond (Jaminan Penawaran)

PENJELASAN

Menjamin bahwa peserta tender yang menang AKAN menandatangani kontrak. Jika pemenang tender menolak/mundur, surety membayar selisih antara penawaran pemenang dan penawaran terendah berikutnya.

Nilai: Biasanya 1-3% dari nilai penawaran.

Masa berlaku: Dari tanggal pemasukan penawaran sampai penandatanganan kontrak.

CONTOH KASUS

Tender proyek Rp 100 miliar. Kontraktor A menang dengan penawaran Rp 95 miliar. Kontraktor A mundur. Kontraktor B (runner-up) menawar Rp 98 miliar. Surety membayar selisih = Rp 3 miliar kepada pemilik proyek.

Performance Bond (Jaminan Pelaksanaan)

PENJELASAN

Menjamin bahwa kontraktor AKAN menyelesaikan proyek sesuai kontrak. Jika kontraktor gagal (default), surety bertanggung jawab sampai nilai bond.

Nilai: Biasanya 5-10% dari nilai kontrak (Perpres 12/2021: minimal 5%).

Opsi surety jika principal default:

  • Membayar obligee sesuai nilai bond
  • Mencari kontraktor pengganti untuk menyelesaikan pekerjaan
  • Membantu principal menyelesaikan — jika masih feasible

CONTOH KASUS

Kontraktor mengerjakan jalan tol Rp 500 miliar dengan performance bond 5% = Rp 25 miliar. Kontraktor bangkrut di progres 60%. Surety membayar Rp 25 miliar kepada pemilik proyek untuk biaya penunjukan kontraktor pengganti.

Konsultasi Gratis